• Senin, 24 Januari 2022

Indonesia Darurat: Kasus Meningkat, Tabung Oksigen dan Nakes Kurang

- Rabu, 30 Juni 2021 | 03:47 WIB
Indonesia Darurat Covid-19: Kasus Meningkat, Tabung Oksigen dan Nakes Kurang
Indonesia Darurat Covid-19: Kasus Meningkat, Tabung Oksigen dan Nakes Kurang

JAKARTA (eNBe Indonesia) -- Indonesia sedang memasuki periode darurat Covid-19. Di tengah lonjakan kasus baru, ada berita buruk bahwa tabung oksigen menipis dan tenaga kesehatan berkurang. Langkah antisipatif segera dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penanganan pasien Covid-19 di beberapa daerah.

Provinsi DKI Jakarta pada 29 Juni menyumbang 7.378 kasus baru dari total kasus harian 20.467 di Indonesia, yang melemparkan provinsi sentral ini ke zona darurat Covid-19.

Angka penularan meningkat sejak akhir pekan lalu, dimana pada 26 Juni menyentuh 9.271, lalu naik tipis pada 27 Juni sebanyak 9.394.

Pada 28 Juni, angkanya terlihat menurun ke 8.348 kasus, dan turun tipis pada 29 Juni.

Dengan loncatan kasus yang tidak diprediksi, DKI Jakarta kini memiliki 535.788 kasus. Pemerintah pusat pun ambil alih dengan memberlakukan PPKM Mikro hingga 5 Juli.

Sempat menurun ke angka 14 Mei dengan 2.633 kasus baru, Indonesia kembali mengalami lonjakan kasus baru sejak 30 Mei dengan 6.115 kasus. Sejak saat itu, kasus terus naik hingga kini menyentuh angka 20-an ribu.

Tahun lalu, angka tertinggi kasus baru tidak sampai menyentuh 10 ribu kasus. Namun dengan adanya vaksinasi sejak Januari 2021, mendorong orang-orang menjadi abai terhadap protokol kesehatan dan menganggap vaksinasi secara alami bisa membunuh virus.

Cara berpikir yang keliru mengenai vaksin telah mendorong Indonesia ke periode darurat Covid-19 di Asia Tenggara, dimana kini menjadi negara paling tinggi jumlah kasusnya.

Presiden Joko Widodo dalam sebuah konferensi pers awal pekan ini terlihat sangat lelah. Betapa presiden populis ini berpikir keras memerangi pandemi sekaligus mempertimbangkan nasib masyarakatnya yang rata-rata ekonomi rendah.

Karena itulah, sejak awal Jokowi bersikukuh tidak melakukan lockdown demi tetap menjalankan rodak perekonomian masyarakat. Jika ekonomi macet maka negara wajib memberikan subsidi, dan dengan demikian mempertebal utang luar negeri Indonesia.

Sayangnya, di tengah pahit getir pemimpinnya memerangi pandemi, sebagian masyarakat masih tidak lagi peduli pada penularan virus. Di beberapa daerah, masyarakat masih menggelar pesta atau kegiatan yang memungkinkan berkumpulnya banyak orang.

Tabung Oksigen dan Nakes Menipis


Di tengah upaya penanganan pandemi, ada kabar kurang sedap yaitu soal menipisnya persediaan tabung oksigen dan tenaga kesehatan di beberapa rumah sakit.

Sekjen Himpunan Pedagang Farmasi Pasar Pramuka Yoyon menyebut stok tabung oksigen di Pasar Pramuka saat ini sudah kosong.

Sejak Jumat (25/6), pembelian tabung oksigen meningkat dari biasanya. Ini terjadi seiring dengan meningkatnya kasus di Jakarta.

Dikatakan Yoyon, bahwa mayoritas tabung oksigen dibeli masyarakat biasa, bukan instansi atau lembaga kesehatan. Sementara para pedagang farmasi di Pasar Pramuka tidak memiliki banyak stok tabung oksigen.

Dia menyebut, tingginya permintaan saat ini diduga menjadi pemicu langkanya tabung oksigen berbagai ukuran.

Karena dijual bebas, tidak sedikit masyarakat biasa yang membeli untuk keperluan perawatan orang sakit di rumah mereka.

Kelangkaan tabung oksigen ini bisa memicu kenaikan harga tabung beberapa hari ke depan seperti halnya kasus kenaikan harga masker pada periode awal pandemi menerjang.

Sementara itu, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali mengatakan, Jakarta berpotensi kekurangan tabung oksigen untuk perawatan pasien Covid-19 karena terjadi lonjakan kasus yang tak diprediksi.

Akar asalah tidak hanya itu, pihak penyedia oksigen yang jadi pemasok fasilitas kesehatan DKI Jakarta terkendala transportasi dan tenaga karena banyak yang terpapar Covid-19.

"Pihak penyedia PT Samator dan PT Tirto Bumi kesulitan alat transportasi dan tenaga (karena banyak karyawan yang terpapar)," ujarnya, melansir Kompas.com.

Di Bekasi, Jawa Barat, kasus yang sama juga terjadi sebagai akibat lonjakan kasus Covid-19.

Dengan tingginya permintaan dan kelangkaan tabung oksigen, harga tabung pun ikut naik. Kini harganya sudah dibandrol RpRp 1,6 juta per tabung berukuran 1 kubik. Pekan lalu, harganya masih di angka Rp1 juta.

Bersamaan dengan peningkatan jumlah kasus, DKI Jakarta kini juga mengalami krisis nakes.

Per 17 Juni, Pemprov DKI Jakarta sudah menambah jumlah rumah sakit rujukan dari 106 menjadi 140 RS. Dengan penambahan itu, kebutuhan nakes pun bertambah.

Dengan kekurangan nakes, Jakarta saat ini gencar membuka pendaftaran untuk nakes, seperti bidan, perawat, hingga dokter spesialis paru untuk memenuhi kebutuhan nakes di fasilitas perawatan Covid-19.

Di Brebes, Jawa Tengah, melonjaknya jumlah pasien Covid-19 membuat ruang isolasi sejumlah rumah sakit rujukan juga penuh. Rumah Sakit bertambah kewalahan karena kekurangan tenaga kesehatan.

Seperti DKI Jakarta, Pemkab Brebes kini juga gencar merekrut relawan tenaga kesehatan dari akademi keperawatan (akper) untuk diperbantukan pada sejumlah faskes Covid-19.

Dengan menipisnya fasilitas perawatan pasien Covid-19 dan nakes di sejumlah daerah, mendorong pemerintah hadir sebagai "problem solving" yang menerapkan kebijakan penanganan yang efisien dan efektif.

Hal itu tentu didukung oleh respons masyarakat terhadap himbauan otoritas Covid-19 itu sendiri. Etika publik harus menjadi cara berpikir baru mengenai pandemi Covid-19 sehingga Indonesia bisa keluarga dari virus aneh ini.*

Penulis: Denis Deha

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Dua Pasien Omicron di Indonesia Meninggal Dunia

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:24 WIB

Kapal Terbalik di Lingga, 11 Orang Hilang

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:20 WIB

Myanmar Hukum Mati Anggota Parlemen Suu Kyi

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:29 WIB

Kecelakaan Kapal di Malaysia, Enam WNI Meninggal

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:44 WIB

Marquez Lanjut Uji Kesiapan Fisik di Aragon

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:26 WIB

Ribuan Warga Baduy Kini Punya Dokumen Kependudukan

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:27 WIB

Turunkan Angka Stunting, Ini Strategi Pemerintah

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:22 WIB

Truk Tambang Meledak, 10 Orang Tewas

Jumat, 21 Januari 2022 | 09:50 WIB

Kemlu RI Pastikan Enam WNI di Tonga Selamat

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:22 WIB

Akibat Mengantuk, Mobil Terjun ke Laut

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:00 WIB
X