• Rabu, 19 Januari 2022

Berhasil Kendalikan COVID-19, Sumba Timur Turun ke PPKM Level 2

- Jumat, 10 September 2021 | 03:02 WIB
Berhasil Kendalikan COVID-19, Sumba Timur Turun ke PPKM Level 2
Berhasil Kendalikan COVID-19, Sumba Timur Turun ke PPKM Level 2

JAKARTA (eNBe Indonesia) -- Bupati Sumba Timur Kristofel Praing mengatakan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah itu telah turun dari level 4 menjadi 2.

Dia mengklaim bahwa hal itu karena keberhasilan Pemkab Sumba Timur dalam menangani lonjakan penularan COVID-19 selama beberapa waktu terakhir.

"Penurunan status level 4 menjadi level 2 merupakan hasil kerja keras dan dukungan dari semua pihak di Sumba Timur," ujarnya dikutip Antara Kupang, Kamis, (9/9).

Dia menyebut keberhasilan itu hasil kerja keras dan dukungan semua elemen, seperti masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, unsur TNI/Polri, dan tenaga kesehatan dalam mengendalikan penularan COVID-19 di Sumba Timur.

Dengan stasus PPKM level 2, Pemkab Sumba Timur memberikan ruang yang lebih luas kepada masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan usaha ekonomi agar kembali menggeliat seperti sebelum penerapan PPKM level 4.

"Setelah status PPKM level 2 ini berlaku maka masyarakat sudah bisa menjalankan usahanya, seperti biasa, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Sumba Timur meningkat," kata Kristofel.

Dia menegaskan bahwa Pemkab Sumba Timur terus melakukan pemantauan secara ketat terhadap aktivitas masyarakat agar tetap sesuai protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Dengan penurunan status PPKM di Sumba Timur maka semua rumah makan dan restoran sudah bisa melayani makan di tempat tetapi tetap sesuai protokol kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," katanya.

Ia mengatakan sejumlah wilayah di Kota Waingapu masih dalam status zona merah COVID-19 sehingga pembatasan kegiatan masyarakat masih tetap diberlakukan, seperti hajatan pesta pernikahan dan pesta adat yang harus dilakukan secara terbatas.

"Tidak diizinkan peserta hajatan pesta dengan jumlah yang banyak. Kegiatan pesta dilakukan secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ungkap Kristofel. (antara)*

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Pohon Tumbang dan Genangan Air Melanda Jakarta

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:20 WIB

BMKG Imbau Warga NTT Waspadai Peningkatan Curah Hujan

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:01 WIB

Hari Paling Mematikan di Australia

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:49 WIB

Vaksin Booster Gratis, MPR Apresiasi Jokowi

Senin, 17 Januari 2022 | 14:04 WIB

Kasus Covid-19 di Bali Kembali Naik

Senin, 17 Januari 2022 | 08:56 WIB

Angin kencang diperkirakan landah wilayah NTT

Minggu, 16 Januari 2022 | 17:17 WIB

BMKG: Potensi Pasang Air Laut Mulai 17-Januari

Minggu, 16 Januari 2022 | 17:09 WIB

Korut Diduga Luncurkan Dua Rudal Balistiknya

Sabtu, 15 Januari 2022 | 07:16 WIB

Warga Jakarta Diajak Tenang Setelah Gempa Magnitudo

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:41 WIB

Mengapa Merasa Pusing Setelah Gempa

Jumat, 14 Januari 2022 | 19:38 WIB

Gempa M 6,7 Guncang Jabodetabek

Jumat, 14 Januari 2022 | 16:23 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Bintang Bano

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:14 WIB
X