Myanmar Hukum Mati Anggota Parlemen Suu Kyi

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:29 WIB
Myanmar Hukum Mati Anggota Parlemen Suu Kyi
Myanmar Hukum Mati Anggota Parlemen Suu Kyi


NAYPYIDAW (eNBe Indonesia) - Pengadilan militer Myanmar menjatuhkan hukuman mati kepada anggota partai terguling Aung San Suu Kyi karena pelanggaran teror, ketika junta meningkatkan tindakan keras terhadap partai pemimpin yang digulingkan itu.

Negara Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta Februari, dengan lebih dari 1.400 orang tewas dalam tindakan keras lanjutan terhadap perbedaan pendapat, menurut kelompok pemantau lokal.

Tokoh-tokoh oposisi – termasuk sekutu Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi – telah bersembunyi, dan “Pasukan Pertahanan Rakyat” bermunculan di seluruh negeri untuk menghadapi militer.

Baca Juga: Menuju Transformasi Sasaran Kinerja Pegawai, BKD Provinsi NTT Gelar Sosialisasi Secara Virtual

Phyo Zayar Thaw, seorang anggota NLD yang ditangkap pada November, dijatuhi hukuman mati karena pelanggaran di bawah tindakan anti-terorisme, kata junta dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (21/1/2022).

Aktivis demokrasi terkemuka Kyaw Min Yu – lebih dikenal sebagai “Jimmy” – menerima hukuman yang sama dari pengadilan militer, pernyataan itu menambahkan, dengan membawa foto kedua pria tersebut, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (22/1/2022).

Hukuman mereka juga dibacakan di berita malam media pemerintah.

Baca Juga: 3 Napi di Manggarai Kabur dari Rutan, 2 Pencuri dan 1 Pemerkosa Anak

Junta telah menghukum mati puluhan aktivis anti-kudeta sebagai bagian dari tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat, tetapi Myanmar belum pernah melakukan eksekusi mati selama beberapa dekade.

Phyo Zayar Thaw – yang nama aslinya adalah Maung Kyaw – ditangkap di sebuah apartemen di pusat komersial Yangon setelah mendapat “informasi dan kerja sama dari warga yang patuh”, menurut junta.

Mantan anggota parlemen itu memiliki dua pistol, amunisi dan senapan M-16, katanya pada saat itu.

Baca Juga: Banjir Lindas Pipa PDAM, Kota Ende Terancam Krisis Air Bersih

Dia dituduh mendalangi beberapa serangan terhadap pasukan rezim, termasuk penembakan di kereta komuter di Yangon pada Agustus yang menewaskan lima polisi.

Dia terpilih menjadi anggota parlemen untuk NLD Suu Kyi dalam pemilihan 2015 yang mengantarkan transisi ke pemerintahan sipil.***

Editor: Christianus Wai Mona

Tags

Terkini

Imbas Dollar Turun, Harga Emas Naik

Rabu, 25 Mei 2022 | 09:09 WIB

Presiden Akan Hadir dalam GPDRR 2022 di Bali

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:18 WIB
X