Penelitian Terbaru AS: Vaksin Booster Mampu Atasi Penyebaran Omicron

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:38 WIB
Pasien Omicron Asal Depok Dipastikan Sudah Sembuh (RRI)
Pasien Omicron Asal Depok Dipastikan Sudah Sembuh (RRI)

JAKARTA (eNBe Indonesia) -- Studi yang dilakukan tiga peneliti di Amerika Serikat menunjukkan bahwa dosis ketiga vaksinasi atau vaksinasi booster mampu dan efektif untuk memerangi varian baru COVID-19, Omicron.

Penelitian tersebut dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS yang menyebut vaksin booster mampu memberikan perlindungan 90% terhadap pasein rawat inap karena COVID-19

Melansir Reuters, studi itu dipimpin oleh CDC yang merupakan pertama kali dilakukan di AS untuk melihat dampak dosis booster terhadap varian Omicron yang menyebar cepat, yang sekarang menyumbang 99% dari semua kasus COVID baru di negara itu.

Baca Juga: Lonjakan Omicron, Luhut: Perjalanan Umroh Harus Diatur

Secara keseluruhan, para peneliti menyarankan bahwa vaksin booster membantu melindungi terhadap infeksi dan penyakit simtomatik. Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas melihat manfaat paling besar dari dosis ekstra vaksin yang dibuat oleh BioNTech SE dengan Pfizer Inc atau Moderna Inc tersebut.

"Perlindungan terhadap infeksi dan rawat inap dengan varian Omicron adalah yang tertinggi bagi mereka yang mengikuti perkembangan vaksinasi mereka, yang berarti mereka yang dikuatkan ketika mereka memenuhi syarat," kata Direktur CDC Dr. Rochelle Walensky dalam pengarahan Gedung Putih pada Jumat (21/1).

Seperti yang telah ditunjukkan di negara lain, vaksin booster bekerja lebih baik terhadap varian Delta daripada Omicron, versi virus SARS-CoV-2 yang sangat bermutasi yang mampu menghindari kekebalan dari vaksin dan infeksi sebelumnya.

Baca Juga: Piala Asia Wanita: Australia 18-0 Indonesia

Salah satu penelitian, yang diterbitkan pada 21 Januari di Laporan Mingguan Morbiditas dan Mortalitas CDC, melihat tingkat rawat inap, departemen darurat dan kunjungan perawatan darurat di 10 negara bagian antara 26 Agustus 2021 dan 5 Januari 2022.

Halaman:

Editor: Denis DH

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Imbas Dollar Turun, Harga Emas Naik

Rabu, 25 Mei 2022 | 09:09 WIB

Presiden Akan Hadir dalam GPDRR 2022 di Bali

Rabu, 25 Mei 2022 | 08:18 WIB
X