• Minggu, 3 Juli 2022

Cegah Inflansi, Dirut Bank Mandiri: Kenaikan Harga Energi Harus Diantisipasi

- Rabu, 22 Juni 2022 | 17:43 WIB
Ilustrasi. Presiden Jokowi minja jajarannya antisipasi Krisis Pangan dan Energi (pixabay/analogicus)
Ilustrasi. Presiden Jokowi minja jajarannya antisipasi Krisis Pangan dan Energi (pixabay/analogicus)

Jakarta (eNBe Indonesia) - Kenaikan harga energi di pasar global harus diantisipasi karena dapat mengganggu pemulihan ekonomi Indonesia.

Peringatan ini ditegaskan Direktur Treasury dan International Banking Bank Mandiri Panji Irawan, Rabu (22/6/22).

"Pemulihan ekonomi ke depan dihadapkan pada beberapa tantangan yang perlu kita waspadai dan patut antisipasi yaitu kenaikan harga energi,” katanya dalam Media Gathering & Presentasi Macroeconomic outlook di Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Wacana Gibran Rakabumi Maju Dalam Pilgub DKI Tuai Pro Kontra

Baca Juga: Jajaki Koalisi, Nasdem Ketemu PKS

Panji menuturkan kenaikan harga energi di tingkat global baik minyak, gas, batu bara bahkan non energi yaitu pangan pasti akan meningkatkan biaya produksi.

Produsen pun akan meningkatkan harga jual di tingkat konsumen sehingga tingkat konsumsi semakin tertekan hingga menyebabkan inflasi lebih tinggi.

Tak hanya itu, pemulihan ekonomi juga dibayangi oleh potensi risiko rupiah terdepresiasi yang dapat menaikkan biaya-biaya dari bahan baku impor.

Baca Juga: Terkait Masalah Pangan, Presiden Jokowi dijadwalkan ke Jerman Pada 26-27 Juni

Halaman:

Editor: Donita Gerina Tolio

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NTT Jadi Pemasok Hewan Kurban Skala Nasional

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:14 WIB

Pasien Covid-19 Wisma Atlet Berjumlah Ratusan

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:08 WIB
X