• Minggu, 3 Juli 2022

Jaga Pasokan Beras, Menteri Pertanian Tegaskan Pemerintah Batasi Ekspor 100 ton/tahun

- Kamis, 23 Juni 2022 | 06:09 WIB
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo.  (Wahyu Imam Ibadi)
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Sukoharjo. (Wahyu Imam Ibadi)

Jawa Tengah (eNBe Indonesia) - Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo mengatakan sejauh ini pemerintah hanya menyanggupi ekspor sebesar 100.000 ton/tahun karena ingin tetap mengamankan kebutuhan pangan dalam negeri.

Informasi ini disampaikan Syarul ketika dalam kunjungan kerja di kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (23/6/22).

Hal ini diungkapkannya terkait dengan adanya permintaan ekspor beras ke beberapa negara seperti China, Arab Saudi dan Brunai Darusallam.

Baca Juga: Dari STFK Ledalero Menuju IFTK (Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif) Ledalero

Baca Juga: Cegah Inflansi, Dirut Bank Mandiri: Kenaikan Harga Energi Harus Diantisipasi

"Permintaan beras dari tiga negara tersebut cukup besar. Meski demikian, tidak seluruhnya disanggupi oleh Pemerintah RI" ujarnya.

Ia mengatakan dari China mengajukan permintaan impor beras sebesar 2,4 juta ton/tahun, Brunei Darussalam 100.000 ton/tahun, dan Arab Saudi sebesar 1.500 ton/tahun.

"Bapak Presiden dari permintaan banyak negara hanya setuju 100.000 ton, tapi sebetulnya kami punya overstock di atas 7 juta ton. Kami tidak mau ekspor tapi kebobolan, harapannya tidak ada masalah," katanya.

Baca Juga: Wacana Gibran Rakabumi Maju Dalam Pilgub DKI Tuai Pro Kontra

Halaman:

Editor: Donita Gerina Tolio

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NTT Jadi Pemasok Hewan Kurban Skala Nasional

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:14 WIB

Pasien Covid-19 Wisma Atlet Berjumlah Ratusan

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:08 WIB
X