• Selasa, 16 Agustus 2022

Bagi Rusia, Pemberian Status dari Uni Eropa ke Ukraina Memiliki Konsekuensi Negatif

- Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:46 WIB
KTT Uni Eropa Berikan status kepada Ukraina dan Moldova (Dominico Savio)
KTT Uni Eropa Berikan status kepada Ukraina dan Moldova (Dominico Savio)

Moskow (eNBe Indonesia) - Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Mariz Zakharova menyoroti keputusan para pemimpin Uni Eropa (EU) untuk memberikan status calon anggota EU kepada Ukraina dan Moldova.

Hal tersebut akan menimbulkan konsekuensi negatif. Selain itu, bagi Rusia pemberian status tersebut bisa berarti "memperbudak" negara-negara tetangga EU.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia Mariz Zakharova menyebut langkah EU tersebut sebagai upaya untuk merangsek ke lingkup pengaruh Rusia di Persemakmuran Negara-negara Independen (CIS), yang terdiri dari negara-negara bekas Soviet.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Gerindra dan Demokrat Memiliki Ideologi Yang Sama

Baca Juga: Kripto AS Harmony diretas, Hilang 100 Juta Dollar AS

"Dengan memutuskan untuk memberikan status kandidat kepada Ukraina dan Moldova, Uni Eropa menegaskan terus secara aktif mengeksploitasi CIS pada tingkat geopolitik, menggunakannya untuk 'menahan; Rusia," katanya melalui pernyataan.

"Mereka tidak memikirkan konsekuensi negatif yang timbul dari langkah seperti itu," ujarnya.

Dengan memperluas keanggotaan ke Ukraina dan Moldova --dua republik bekas Soviet, Zakharova mengatakan EU sedang mengorbankan ideologi demokratik melalui "ekspansi tak terkendali serta perbudakan politik dan ekonomi pada negara-negara tetangganya."

Baca Juga: Krisis Pasokan Gas Rusia, Jerman Hanya Bertahan 2 Bulan

Halaman:

Editor: Donita Gerina Tolio

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Viral Alfamart Berakhir Damai

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:46 WIB

KPK Memperpanjang Masa Tahanan Bupati Tanah Bumbu

Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:55 WIB

Romo Agus Mirip Santo Agustinus, Meremehkan Nasihat

Senin, 15 Agustus 2022 | 11:26 WIB
X