• Jumat, 7 Oktober 2022

Alasan Kenapa Tingginya Inflansi di Amerika Menimbulkan Kepanikan

- Senin, 27 Juni 2022 | 20:22 WIB
Ilustrasi Wall Street (DOK. Inforexnews) (Ida Farida)
Ilustrasi Wall Street (DOK. Inforexnews) (Ida Farida)

Jakarta (eNBe Indonesia) - Angka Inflansi Amerika Serikat (AS) dilaporkan terus meroket hingga 8,6 persen (year-on-year/yoy) pada Mei 2022.

Informasi meroketnya angka inflasi AS pertama kali diumumkan pada Jum’at (10/6/2022) oleh Departemen Tenaga Kerja AS.

Saking dahsyatnya, inflasi ini digadang-gadang jadi inflasi tertinggi yang pernah terjadi di Amerika sejak 1981. Amerika Serikat (AS) sedang diliputi kekhawatiran akan menanjaknya inflasi, terutama akan memiliki dampak pada pasar saham.

Baca Juga: Vaksin Merah Putih Masuk Fase Ketiga Uji Klinik

Baca Juga: Produser Sebut Film KKN di Desa Penari Ada Versi Lanjutannya

Terkait hal ini, salah seorang pakar kripto dan saham Gunawan menjelaskan, ada alasan kenapa timbul kepanikan akibat kenaikan inflansi di Amerika yang begitu tinggi, melalui laman tiktoknya @wira.gw.

"Sebuah negara maju biasanya inflansinya kecil sekali, jarang yang lebih dari 5-6 persen, sementara itu untuk di negara berkembang seperti Indonesia, itu umum jika inflansi tinggi, 8 hingga 10 %" tutur Gunawan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan hal kewajaran juga terjadi pada negara China, dimana sekitar 10 tahun lalu, inflasi berada di 8-10 persen.

Baca Juga: Penyaluran KUR di NTT Hingga Mei Capai Rp 1,68 Triliun

Halaman:

Editor: Donita Gerina Tolio

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X