• Jumat, 7 Oktober 2022

Wanita Filipina Ilegal Tinggal di NTT Hingga Punya Suami dan Anak, Kini dideportasi

- Senin, 15 Agustus 2022 | 08:59 WIB
Ilustrasi deportasi atau ditolak masuk suatu negara yang menimpa Ustaz Abdul Somad (Pexels.com / Oleksandr Pidvalnyi)
Ilustrasi deportasi atau ditolak masuk suatu negara yang menimpa Ustaz Abdul Somad (Pexels.com / Oleksandr Pidvalnyi)

Kupang (eNBe Indonesia) - Wanita asal Filipina berisial RJ, dideportasi petugas Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tinggal di Desa Ile Kemok, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, NTT sejak 2019 tanpa dokumen perjalanan atau paspor.

"Kita deportasi yang bersangkutan (RJ) kemarin," ujar Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang Melsy IY Fanggi, Minggu (14/8/2022).

RJ dideportasi karena didetensi di rudemin Kupang dan  melanggar Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, tutur Melsy.

Baca Juga: Terkait Kematian Brigadir J, Polri Nyatakan 16 Personel Akan Dikenakan Sanksi Sesuai Perannya

Baca Juga: Tebet Eco Park Dibuka Kembali, Berikut Aturan Bagi Pengunjung

Kronologi penangkapannya, yang bersangkutan masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur tidak resmi di Nunukan, Kalimantan Timur dan telah tinggal di Lembata tanpa dokumen Keimigrasian sejak 2019, bersama anak dan suaminya yang berkewarganegaraan Indonesia

Setelah diamankan, petugas Imigrasi Maumere memindahkan RJ ke Rudenim Kupang untuk proses deportasi pada Juni 2022. RJ akhirnya dideportasi pada Jumat, 12 Agustus 2022.

Pelaksanaan pendeportasian ini dikawal dua petugas Rudenim Kupang yakni Melsy dan Fenny A Rihi.

Baca Juga: Pesan Putin Kepada Kim Jon Un, Ajak Korut Perluas Hubungan Bilateral

Halaman:

Editor: Donita Gerina Tolio

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X