• Kamis, 8 Desember 2022

Badai Inflasi Datang, Pemerintah Pertahankan Defisit APBN di Bawah 3 Persen

- Kamis, 29 September 2022 | 11:35 WIB
Badai Inflasi Datang, Presiden Joko Wisdodo: Pemerintah Pertahankan Defisit APBN di bawah 3 Persen  (Antaranews.com)
Badai Inflasi Datang, Presiden Joko Wisdodo: Pemerintah Pertahankan Defisit APBN di bawah 3 Persen (Antaranews.com)

Jakarta (eNBe Indonesia) - Pemerintah tetap akan mempertahankan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di bawah 3 persen pada 2023, terkait situasi belakangan ini.

Demikian ungkap Presiden Joko Wododo, di Jakarta, Kamis (29/9/22).

"Banyak yang menyarankan 'Presiden Jokowi, untuk tumbuhkan ekonomi kita minta saja ke DPR agar fiskal kita bisa diberi lebih (ruang defisit) dari 3 persen lagi seperti krisis'. Saya diskusi dengan Bu Menkeu, beliau kasih alasan banyak, jadi ya tetap di bawah 3 persen saja, yang penting APBN kita harus sehat, ini kunci," kata Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara United Overseas Bank (UOB) Economic Outlook 2023 yang juga dihadiri Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan pejabat terkait lain.

Baca Juga: Konser 1000 Sasando di Labuan Bajo Masuk Rekor Muri

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan COVID-19, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diizinkan melebihi 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama tiga tahun atau berakhir pada 2022.

"Sekarang semua negara sedang berkonsentrasi menguatkan dari namanya inflasi. Ini jadi momok semua negara, takut sama barang yang namanya inflasi, ini ketakutan luar biasa," ungkap Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, inflasi Indonesia Indonesia (year on year) adalah pada posisi 4,6 persen, lebih rendah dibanding negara lain.

"Kenapa bisa kita jaga seperti ini? Karena menurut saya, antara otoritas pemegang fiskal APBN, yaitu Bu Menteri Keuangan dengan bank sentral yaitu Bank Indonesia berjalannya beriringan, rukun, sinkron," kata Presiden.

Halaman:

Editor: Donita Gerina Tolio

Sumber: Antaranews

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Seorang Pria

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:41 WIB

BI Jelaskan Mengapa Harus Ada Rupiah Digital

Selasa, 6 Desember 2022 | 07:30 WIB

Waspada, Banyak Berita Hoaks Pasca Gempa Di Garut!

Senin, 5 Desember 2022 | 15:03 WIB
X