• Kamis, 8 Desember 2022

Guru Vitalis Galu & SMP Batarende Wolosambi: Sosok Guru Tak Pernah Marah

- Rabu, 23 November 2022 | 14:27 WIB
Vitalis Galu
Vitalis Galu


DEPOK (eNBe Indonesia) - Hari ini komunitas sekolah SMPK Batarende Wolosambi, Nagekeo, Flores, NTT, berikut para alumni, berduka atas berpulangnya sosok guru terbaik di jamannya, Vitalis Galu, akrab disapa Pak Vita.

Alumni SMPK Batarende angkatan 1984, yang tergabung dalam grup Whatsapp, hari ini tersentak dan bersedih setelah kabar duka ini ditulis Kepala Desa Ululoga Petrus Leko di grup yang dibesut Benisius Raga, pejabat di Kantor Camat Maupponggo itu.

Senada dengan testimoni alumni angkatan 1984, beberapa alumni dari angkatan yang lain juga menulis di laman facebook dan mengungkapkan cinta dan doa bagi arwah Guru Vita, sosok guru paling dikenang karena tak pernah marah pada siswa.

Gaya mengajar Guru Vita pun berbeda dengan guru-guru lainnya, rileks bertutur namun fokus pada topik. Guru Vita mengajar Sejarah dan siswa/siswi sigap menyimak, bahkan larut dalam suasana yang dihidupi oleh gaya tutur Guru Vita penuh improvisasi itu.

Baca Juga: Sambut HUT Polres Nagekeo ke-3, Kapolres Bagi-Bagi Sembako

Sebagai guru Sejarah, Guru Vita tidak hanya bercerita tentang sejarah bangsa dan negeri ini, berikut tempat-tempat bersejarah, tetapi juga mengekspose beberapa wilayah menarik di Jawa dan Bali, menggali ketertarikan siswa/siswi untuk mengeksplorasi wawasan ke luar FLores.

Sekolah SMP Batarende sendiri punya tradisi positif, selalu mengadakan tatap muka para alumni yang sukses, termasuk yang eksis di luar Flores, dengan para siswa/siswi saat apel hari Senin. Momentum ini sangat efektif melecut kemauan siswa/siswi untuk melangkah lebih pasti, meraih cita-cita yang nyata, ingin sukses juga, dan eksis di mana saja.

Banyak sekali momen begitu berharga yang dialami para siswa/siswi SMPK Batarende Wolosambi di era kejayaannya medio 1980, era kepemimpinan Kepala Sekolah Andreas Ndanga, didukung jajaran guru dan tenaga pendidik yang solid dan berkualitas.

Disiplin sekolah, disiplin belajar adalah keutamaan, tak ditawar-tawar, sejalan dengan fokus Kurikulum Pendidikan 1984, yang menempatkan siswa/siswi sebagai subyek belajar dengan metode pembelajaran populer 'cara belajar siswa aktif (CSBA)'.

Baca Juga: Hari Ini Presiden Kirim Surpres Pergantian Panglima TNI ke DPR

Siswa/siswi menjadi subjek dalam pembelajaran, diberikan kesempatan untuk aktif secara fisik, mental, intelektual dan emosional.

Gedung SMPK BATARENDE WOLOSAMBI


Siswa/siswi kala itu masuk kelas tepat waktu, guru-guru pun masuk jam mengajarnya tepat waktu. Ketika pelajaran pertama selesai, guru pelajaran berikutnya sudah menunggu giliran masuk di pintu kelas. Sebuah proses belajar mengajar (PBM) yang sangat disiplin, sebuah proses menuju tujuan belajar siswa yang diinginkan.

Sebagai subyek belajar, siswa diberi ruang untuk mengembangkan potensi diri, maka manajemen dalam kelas diatur oleh Ketua Kelas dan seksi-seksinya, sementara manajemen sekolah diatur Ketua OSIS dan strukturnya.

Kepala Sekolah dan Guru-guru memberi pendampingan, arahan, motivasi, dan lainnya. Di dalam kelas, (mata pelajaran inti) setiap siswa bersaing, mengedepankan kecerdasan kognitif. Di luar kelas (mata pelajaran pilihan) siswa mengembangkan aspek psikomotor. Dan orientasi pelajaran diarahkan pada keseimbangan antara kognitif, ketrampilan, sikap, antara teori dan praktik.

Baca Juga: Orang Tua Siswa SDN Pondok Cina 1 Keluhkan Susahnya Ketemu Wali Kota Depok

Bersyukur di era 1980, SMPK Batarende memiliki kepala sekolah ideal, juga para guru dan tenaga pendidik idaman--antara lain Vitalis Galu (+), Agus Bisara, Aloysius Loy (+), Pius Usman Watu(+), Yohana Tonda (+), Yohanes Tonda, Yoseph Raga (+), Tarsisius Galu (+), Paulinus Nuga, Andreas Mere, Zakarias Bule, Wilhelmina Gamo, Melkhior Dheno, Viktor Tegu, dan Pater Rini Koba SVD.

Di samping kurikulum, para guru dan pendidik di SMPK Batarende Wolosambi medio 1980 menerapkan pesan bapak pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara yaitu:

1) Ing ngarsa sung tulodo (di depan, seorang pendidik harus memberi teldan atau contoh tindakan yang baik)
2) Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide)
3) Tut Wuri Handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan).***

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

Pelaku Bom Bunuh Diri di Bandung Seorang Pria

Rabu, 7 Desember 2022 | 10:41 WIB

BI Jelaskan Mengapa Harus Ada Rupiah Digital

Selasa, 6 Desember 2022 | 07:30 WIB

Waspada, Banyak Berita Hoaks Pasca Gempa Di Garut!

Senin, 5 Desember 2022 | 15:03 WIB
X