BABAK AKHIR PROSES PIDANA, SIAPA PALING BERTANGGUNGJAWAB ?

- Rabu, 18 Januari 2023 | 13:34 WIB
BABAK AKHIR PROSES PIDANA, SIAPA PALING BERTANGGUNGJAWAB ?
BABAK AKHIR PROSES PIDANA, SIAPA PALING BERTANGGUNGJAWAB ?

Oleh Benitius Daga (BENITIUS RK & REKAN-TWP)

BARU saja saya selesai dari Studio 1 Tv One Pulo Gadung dalam progaram Breaking News soal pembacaan tuntutan terdakwa PC dan Bharada RE dengan ditemani oleh Prof. Mudzakhir (Pakar Hukukm Pidana) yang hadir secara zoom.

Dalam diskusi tadi saya membuat beberapa catatan lebih lanjut soal proses hukum yang sudah hampir di ujung proses dengan agenda pembacaan tuntutan khusus untuk terdakwa PC dan terdakwa Bharada RE.

Kalau kita perhatikan proses demi proses sejak awal, cukup jelas terbaca bahwa terdakwa PC dan terdakwa Bharada RE, dalam persidangan (menjadi fakta hukum) selalu konsisten dalam keterangan yang diberikan sekalipun keduanya bertolak belakang dari sisi konsistensi keterangannya.

Jika terdakwa Bharada RE konsisten memberikan keterangan sebagai syarat dasar untuk menerima Justice Colaborator (JC), hal itu berbeda dengan terdakwa PC yang tetap konsisten dengan perselingkuhan atau perkosaan yang tidak pernah di periksa dalam persidangan sebab tidak disertai alat bukti lalu kemudian prosesnya telah dihentikan oleh penyidik Polri .

Berikutnya pendapat saya, terdakwa FS harus dilihat sebagai Uitlokker atau Penganjur dalam persidangan bahkan sekaligus sebagai turut serta dalam posisi pleger/eksekutor yang menyelesaikan tindak pidana dengan tembakan kearah kepala belakang sbg penyebab kematian, pada posisi ini terdakwa FS bukan lagi berdiri sebagai orang yang menyuruh melakukan atau doenplegen.

Dalam Doenplegen orang yang disuruh tidak dapat dipidana karena yang disuruh tidak aktif melakukan tindak pidana sebagaimana dalam sangkaan tetapi hanya sebagai ‘robot’ yang tidak bisa menolak atau orang yang disuruh harus dilihat sebagai perpanjangan tangan dari orang yang menyuruh.

Tapi pada penganjur uitlokker harus lebih berat pidananya dibanding dengan medepleger.

Agar ada medepleger dalam rencana ini, maka harus ada kesepakatan tentang kejahatan apa yang akan dilakukan, cara apa dan dimana melakukannya, untuk mewujudkan apa yang dianjurkan oleh penganjur atau uitlokker sehingga apa yang menjadi kehendak dan maksud dari penganjur adalah juga bagian dan kehendak dari medepleger.

Halaman:

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

Strong results from BCA & the Hartonos

Minggu, 29 Januari 2023 | 19:29 WIB

Lantik 834 Anggota PPS, Simak Pesan Ketua KPU Ende

Selasa, 24 Januari 2023 | 23:23 WIB

POS Indonesia Siap IPO, Terancam Bangkrut?

Kamis, 5 Januari 2023 | 09:19 WIB
X