• Jumat, 7 Oktober 2022

Badan Bahasa Revitalisasi Lima Bahasa Daerah NTT

- Rabu, 9 Maret 2022 | 17:31 WIB
REVITALISASI - Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis (kiri bawah) saat menjelaskan terkait program revitalisasi bahasa daerah dalam kegiatan Temu INOVASI NTT #2, Selasa (8/3/2022) (sumbatimur.victorynews.id/Tangkapan Layar Zoom Meeting)
REVITALISASI - Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Syaiful Bahri Lubis (kiri bawah) saat menjelaskan terkait program revitalisasi bahasa daerah dalam kegiatan Temu INOVASI NTT #2, Selasa (8/3/2022) (sumbatimur.victorynews.id/Tangkapan Layar Zoom Meeting)

 


KUPANG (eNBe Indonesia)- Kepala Kantor Badan Bahasa Provinsi NTT Syaiful Bahri Lubis mengatakan pada 2022 pihaknya melakukan revitalisasi terhadap lima bahasa daerah di NTT yang penggunanya mulai berkurang.

"Ada lima bahasa daerah di NTT yang dilakukan revitalisasi atau dihidupkan kembali pada 2022 yang tersebar di lima pulau di Provinsi NTT," katanya di Kupang, dikutip Antara, Rabu (9/3).

Program revitalisasi bahasa daerah diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 22 februari 2022.

Baca Juga: Hari Musik Nasional, Sejarah dan Tujuannya

Ia menyebutkan kelima bahasa daerah di NTT yang digiatkan kembali oleh Badan Bahasa NTT, yaitu Bahasa Manggarai mewakili wilayah Pulau Flores, Bahasa Dawan, Pulau Timor, Bahasa Kambera (Sumba), Bahasa Rote (Rote) dan Bahasa Abui (Alor).

Provinsi NTT memiliki 72 bahasa daerah berdasarkan peta bahasa nasional dan 30 bahasa daerah di antaranya terdapat di kabupaten Alor

Dia mengatakan model yang dilakukan Badan Bahasa NTT dalam melestarikan bahasa daerah berbasis komunitas sehingga warga setempat tetap menggunakan bahasa ibu.

Baca Juga: Vaksinasi Dosis Kedua Capai 70 Persen, Lebaran Tahun Ini Tanpa Pembatasan

Menurut dia, program penggunaan bahasa ibu pada sekolah awal yang dilakukan lembaga Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi) merupakan suatu terobosan yang positif dalam pembangunan sektor pendidikan serta upaya melestarikan bahasa daerah di provinsi ini.***

Halaman:

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wolobobo Ngada Festival & Semarak Tiga Etnis

Minggu, 18 September 2022 | 13:18 WIB

Ajak Indonesia Berkain: Membaca Motif Wastra Sumba

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:19 WIB

ASN wajib pakai sarung tenun, ada yang salah kaprah

Selasa, 19 Januari 2021 | 08:28 WIB

Patung Marilonga di Ende Direkonstruksi Ulang

Kamis, 9 Januari 2020 | 13:27 WIB
X