• Jumat, 7 Oktober 2022

Perkuat Konsep Pariwisata Holistik Keuskupan Ruteng Gelar Festival Golo Koe

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 11:06 WIB
Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe Labuan Bajo Yulianus Weng (kedua dari kanan) saat menyampaikan kepada wartawan tentang event tersebut, Kamis (28/7/2022). Salah satu event utama festival adalah pentas seni.  (KLIKLABUANBAJO.ID)
Ketua Umum Panitia Festival Golo Koe Labuan Bajo Yulianus Weng (kedua dari kanan) saat menyampaikan kepada wartawan tentang event tersebut, Kamis (28/7/2022). Salah satu event utama festival adalah pentas seni. (KLIKLABUANBAJO.ID)

LABUAN BAJO (eNBe Indonesia) - Keuskupan Ruteng terus memperkuat konsep Pariwisata Holistik yang berpartisipasi, berbudaya, dan berkelanjutan dengan menyelenggarakan Festival Golo Koe Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT mulai 8 Agustus hingga 15 Agustus 2022.

"Pariwisata sejatinya harus berpartisipasi, artinya dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Pariwisata mesti libatkan masyarakat lokal dan sejahterakan kehidupan kita," kata Uskup Ruteng Mgr Sipri Hormat dalam Festival Golo Koe di Waterfront City Marina Labuan Bajo, seperti dikutip Antara, Selasa (9/8).

Pariwisata Holistik yang berarti berpartisipasi, berbudaya, dan berkelanjutan merupakan konsep pariwisata yang diusung oleh Keuskupan Ruteng untuk membuka akses yang luas dari manfaat pariwisata kepada masyarakat.

Baca Juga: Warga Diaspora Indonesia di AS Parade Cantik Berkebaya di Washington DC

Uskup Sipri mengatakan pariwisata menjadi indah dan menyentuh kalbu jika bertumbuh dalam keunikan budaya spiritualitas setempat yang inklusif.

Oleh karena itu, sebagaimana ajakan Paus Fransiskus agar gereja merangkul semua orang dan terlibat dalam suka duka umat, maka Keuskupan Ruteng pun melakukan hal yang sama.

"Pariwisata sesungguhnya mengendus jejak Allah dalam keindahan penciptaan dan perjumpaan sukacita anak manusia," ungkap Uskup Sipri.

Baca Juga: Irjen Syahardiantono Dilantik Sebagai Kadiv Propam Baru

Festival Golo Koe Labuan Bajo digagas oleh Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores.

Uskup Sipri menyebut wajah Labuan Bajo yang dikumandangkan oleh Presiden RI Joko Widodo tidak hanya sekadar pada sarana-prasarana dan fasilitas pariwisata, melainkan pula kesadaran untuk berbagi tanpa pamrih dalam membangun wilayah Manggarai Raya Flores ini.

Dia mengatakan festival itu pun direncanakan menjadi festival tahunan di Labuan Bajo. Uskup Sipri berterima kasih atas kerja sama semua umat dan lintas agama dalam menyukseskan kegiatan itu.

Baca Juga: Warga Indonesia di Sri Langka Gelar Perlombaan Jelang HUT RI

Festival Golo Koe Labuan Bajo tentunya mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam sambutannya melalui rekaman video, Luhut memuji penyelenggaraan Festival Golo Koe Labuan Bajo yang mengangkat pariwisata holistik, potensi kekayaan spiritual dan budaya, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

"Secara khusus pariwisata holistik dapat memberi kesempatan serta pengalaman kepada wisatawan untuk memaknai karya kasih Allah, menikmati alam ciptaan dan budaya yang ada di tengah masyarakat," kata Luhut.

Baca Juga: Piala AFF U16: Timnas Indonesia Akan Hadapi Timnas Myanmar

Dia mengatakan Festival Golo Koe Labuan Bajo merupakan pesta rakyat di Labuan Bajo yang mencirikan semangat kebhinnekaan yang inklusif. Hal itu tercermin dari partisipasi komunitas agama dan suku di Labuan Bajo yang ikut ambil bagian.

"Selamat juga menikmati holistik wisata 2022 di Labuan Bajo," ucap Luhut.

Festival Golo Koe Labuan Bajo melibatkan umat Keuskupan Ruteng dan komunitas lintas agama lainnya. Ada berbagai kegiatan pameran dan kesenian rakyat yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 15 Agustus 2022 di Gua Maria Golo Koe Labuan Bajo dan Waterfront City Marina Labuan Bajo.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wolobobo Ngada Festival & Semarak Tiga Etnis

Minggu, 18 September 2022 | 13:18 WIB

Ajak Indonesia Berkain: Membaca Motif Wastra Sumba

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:19 WIB

ASN wajib pakai sarung tenun, ada yang salah kaprah

Selasa, 19 Januari 2021 | 08:28 WIB

Patung Marilonga di Ende Direkonstruksi Ulang

Kamis, 9 Januari 2020 | 13:27 WIB
X