• Jumat, 7 Oktober 2022

Wolobobo Ngada Festival & Semarak Tiga Etnis

- Minggu, 18 September 2022 | 13:18 WIB
Wolobobo Ngada Festival & Semarak Tiga Etnis
Wolobobo Ngada Festival & Semarak Tiga Etnis


BAJAWA (eNBe Indonesia) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan kegiatan Wolobobo Ngada Festival (WNF) 2022 dapat menjadi ajang promosi potensi lokal yakni kopi, tenun, dan bambu dari Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Dengan masuknya Wolobobo Ngada Festival dengan tiga tema tentu sebagai wadah promosi untuk perkenalkan kopi, tenun, dan bambu secara luas," kata Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Edy Wardoyo pada acara pembukaan Wolobobo Ngada Festival 2022 di Lapangan Kartini Bajawa, Sabtu, (17/9/22) seperti dilansir antaranews.com.

Edy berharap festival pariwisata yang merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2022 ini bisa dinikmati oleh masyarakat dan berdampak bagi para pelaku UMKM yang terlibat di dalamnya.

Dia ingin penyelenggaraan festival ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Lebih lanjut, dia berharap Wolobobo Ngada Festival tetap berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan dan semangat Gercep, Gerber, dan Gaspol.

Baca Juga: Presiden Ukraina Zelenskyy Ajukan Syarat Pada Rusia Jika Ingin Melewati Negaranya Untuk Ekspor Amonia

"Kemenparekraf bangga ada rangkaian festival dengan aneka ragam atraksi. Tentunya kami berharap apa yang sudah dicapai bisa dipertahankan untuk bisa masuk ke tahun berikut," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, dia memuji keunggulan kopi, tenun, dan bambu dari Ngada. Edy memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT dan pemangku kepentingan untuk kolaborasi bersama menyukseskan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Zeth Sony Libing menyampaikan bahwa Wolobobo Ngada Festival merupakan cara masyarakat Ngada untuk memperkenalkan dan mewariskan budaya Ngada kepada anak dan cucu.

Dengan segala potensi yang ada, lanjut dia, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berpesan agar festival itu dimanfaatkan dengan baik dengan cara memperkenalkan seluruh produk ekonomi kreatif yang ada.

"Kita punya potensi luar biasa, ada 1.390 destinasi wisata di NTT baik alam, budaya, dan minat khusus. Jika dikelola dengan baik akan beri dampak untuk membangun ekonomi rakyat," kata Sony.

Baca Juga: Akhirnya Kammarudin Simanjuntak Muncul juga, Keluarga Brigadir J Kecewa Kasus FS Belum Ada Titik Terang

Semarak Tiga Etnis

Sementara itu mediaindonesia.com melaporkan ribuan warga, dari pelajar, dan PNS ikut ambil bagian dalam karnaval Wolobobo Ngada Festival 2022 pada Sabtu kemarin (17/9/22).

Dengan berbusana adat khas Kabupaten Ngada sejumlah pria bersemangat mendendangkan syair-syair adat bertalu-talu sambil menggotong hewan kurban sebagai pembuka Festival Wolobobo di Kabupaten Ngada.

Dalam Suku Bajawa ritual ini dinamakan Bhei Bhodo. Ritual ini sebagai  wujud terima kasih terhadap penguasa langit dan bumi atau dewa zeta nitu zale dalam kepercayaan orang Bajawa.

Para pria saling sahut menyahut menuntun para peserta karnaval berjumlah 2022 orang yang berjalan sepanjang dua kilometer dari stadion Lebijaga Bajawa menuju lapangan Kartini.

Ribuan peserta ini mewakili tiga etnis besar di Kabupatan Ngada yakni etnis Ngadhu Bhaga, etnis So’a dan etnis Riung yang turut memeriahkan festival ini.

Baca Juga: Lia Natalia, Wartawati Yang Memilih Berkebaya Setiap Hari, Telah Sewindu Berkebaya

Sejumlah perempuan tampak anggun berjalan dengan tenunan adat membalut tubuh. Ada yang berwana biru atau indigo dan ada yang berwarna hitam. Tak lupa para perempuan ini menggunakan pengikat kepala atau mari ngia ditambah beragam ornamen diatas kepala.

Tak ketinggalan para pria dari etnis ngadhu bhaga juga dengan gagahnya memamerkan sarung adat yang serba hitam atau  lawo dan sarung pelingkar dada yang dinamakan sapu lu’e serta pelindung kepala atau boku.

Sedangkan etnis So’a dan Riung agak berbeda dengan kain bercorak kuning yang mendominasi. Penggunakan tenun adat khas Ngada ini juga menjadi tema yang diusung dalam tema Festival Wolobobo kali ini.***

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wolobobo Ngada Festival & Semarak Tiga Etnis

Minggu, 18 September 2022 | 13:18 WIB

Ajak Indonesia Berkain: Membaca Motif Wastra Sumba

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:19 WIB

ASN wajib pakai sarung tenun, ada yang salah kaprah

Selasa, 19 Januari 2021 | 08:28 WIB

Patung Marilonga di Ende Direkonstruksi Ulang

Kamis, 9 Januari 2020 | 13:27 WIB
X