Divonis 8 Tahun Penjara, Hakim Agung Nonaktif Sudrajad Dimyati Ajukan Banding

- Selasa, 30 Mei 2023 | 16:07 WIB
Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati divonis 8 tahun penjara.
Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati divonis 8 tahun penjara.

DEPOK (eNBe Indonesia) - Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati mengajukan banding usai divonis 8 tahun penjara dalam kasus suap penanganan kasasi kepailitan KSP Intidana.

"Pak Sudrajad akan mengajukan banding," kata Pengacara Sudrajad Dimyati, Firman Wijaya usai sidang putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, dikutip detik.com, Selasa (30/5/2023).

Firman mengklaim bahwa goodie bag atau tas berisi uang yang diterima Sudrajad yang menjadi barang bukti dalam persidangan ini tidak pernah dihadirkan.

Baca Juga: Survei SMRC Sebut Hanya 9 Persen Responden Yang Tolak Penampilan Coldplay di Indonesia

Sebelunnya, Hakim Agung MA nonaktif Sudrajad Dimyati diputus bersalah dalam kasus suap penanganan perkara kasasi pailit KSP Intidana. Sudrajad Dimyati divonis selama 8 tahun kurungan penjara.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Sudrajad Dimyati terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama," kata Yoserizal di Pengadilan Tipikor Bandung, Jl LLRE Martadinata, Selasa (30/5/2023).

"Menjatuhkan kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 tahun," ucap Yoserizal menambahkan.

Baca Juga: Cek Informasi Pencairan Dana KJP Mei dan Juni 2023 Yang Mungkin Dirapel

Selain pidana badan, Sudrajad juga didenda Rp 1 miliar. Jika denda tersebut tidak dibaya, maka akan diganti dengan pidana kurungan selam 3 bulan

"Serta denda sejumlah Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan," ucap Yoserizal.

Vonis untuk Sudrajad diketahui lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Sebelumnya, Sudrajad dituntut dengan pidana selama 13 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan penjara.

Baca Juga: Cek Pencairan Bansos BPNT Dan PKH Bulan Juni 2023 di cekbansos.kemensos.go.id

Sudrajad pun dinyatakan secara sah dan meyakinkan menerima suap SGD 80 ribu untuk mengurus perkara kasasi pailit KSP Intidana. Sudrajad dinyatakan melanggar Pasal 12 huruf c Jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP, sebagaimana dakwan pertama alternatif pertama.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X