Anak Meninggal Tak Wajar, Ini Jeritan Ibu Korban Pembunuhan di Sumba Barat

- Senin, 17 Januari 2022 | 15:32 WIB
Ibu korban pembunuhan di Sumba Barat. (Kolase/Enbe Indonesia)
Ibu korban pembunuhan di Sumba Barat. (Kolase/Enbe Indonesia)

KUPANG (eNBe Indonesia) -- Terbongkarnya dugaan penganiayaan berujung kematian terhadap remaja bernama Arki Anabira di Sumba Barat oleh oknum polisi membuat publik NTT bereaksi keras.

Dalam percakapan yang terekam di media sosial, publik menyerukan keadilan bagi korban dan sanksi tegas bagi pelaku yang diduga merupakan anggota Polsek Katikutana.

Terbongkarnya dugaan penganiayaan terhadap korban tersebut diketahui setelah keluarga membuka peti jenazah yang diserahkan Polsek Katikutana kepada keluarga korban sehari setelah korban ditangkap di rumahnya di Katikutana.

Baca Juga: Buang Sine: Santi Laporkan Lebih dari 2 Orang Pembunuh Astri dan Lael

Arkin ditangkap oleh polisi pada tanggal 8 Desember 2021 sekitar pukul 22.20 Wita berdasarkan surat perintah penangkapan Nomor: SP.KAP/23/XII/2021/ SEK. KTN.

Namun, sehari setelah penangkapan Arkin yang merupakan warga Desa Malinjak, Katikutana Selatan, Sumba Tengah ditemukan tewas di sel. Polsek Katikutana pun mengantar pulang Arkin yang sudah menjadi mayat.

Anggota Polsek Katikunana yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban telah dipecat dan kini ditahan di Propam.

Baca Juga: Komnas HAM Berharap Kekerasan Oleh Aparat Terhadap Masyarakat Sipil Terus Menurun

Baru-baru ini, Polda NTT menyampaikan bahwa kematian Arkin Anabira diduga karena kehabisan oksigen. Namun keluarga dan publik segera menolaknya.

Halaman:

Editor: Denis DH

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pendukung ISIS Menyerahkan Diri di Poso

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:55 WIB
X