Buang Sine Minta Polda NTT Segera Pasang 'Police Line' di Patung Garuda

- Rabu, 19 Januari 2022 | 15:46 WIB
Anggota TPFI Buang Sine. (Tangkapan Layar Youtube/Enbe Indonesia)
Anggota TPFI Buang Sine. (Tangkapan Layar Youtube/Enbe Indonesia)

KUPANG (eNBe Indonesia) -- Anggota TPFI Buang Sine meminta penyidik Polda NTT sesegera mungkin memasang police line atau garis polisi di Patung Garuda.

Menurut Buang Sine, Patung Garuda diduga kuat merupakan tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee pada bulan Agustus 2021 lalu.

"Patung Garuda harus di-police line dan Inavis Polda harus melakukan penyisiran di tempat itu dengan menggunakan metode scientific crime investigation untuk menemukan bukti (darah dan benda-benda lainnya)," katanya melalui akun Facebooknya di Grup Flobamorata Tabongkar, Selasa (18/1) setelah viralnya video kesurupan perempuan di lokasi penemuan jasad Astri dan Lael di Penkase, Selasa (18/1).

Baca Juga: Viral Video Perempuan Kesurupan di Lokasi Penemuan Jasad Astri dan Lael

Permintaan Buang Sine bukan tanpa alasan. Dari hasil penyelidikan TPFI dan bukti-bukti yang ada, patut diduga bahwa TKP pembunuhan Astri dan Lael bukan di dalam mobil sebagaimana pengakuan tersangka Randy Badjideh kepada Polda NTT.

Salah satu bukti yang cukup kuat yang mengarah kepada TKP yang sebenarnya adalah pengakuan beberapa saksi yang menyebut bahwa istri tersangka Randy, Ira Ua (IU), berada di Patung Garuda pada waktu pembunuhan Astri dan Lael terjadi.

"Sebelum arwah A (Astri) mengatakan ini, sudah ada yang mengatakan posisi I (Ira Ua) di patung Garuda pada malam pembunuhan," pungkas Buang Sine.

Baca Juga: Heboh Pria di Sumba Tengah Aniaya Ayahnya Sendiri hingga Semaput Gegara PIN ATM

Bukti lain yang mendukung dugaan tersebut adalah pengakuan Santi Mansula alias SM yang mengatakan pembunuh Astri dan Lael lebih dari dua orang pelaku.

Halaman:

Editor: Denis DH

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pendukung ISIS Menyerahkan Diri di Poso

Kamis, 19 Mei 2022 | 11:55 WIB
X