• Jumat, 7 Oktober 2022

Anggota DPR Sebut Bocorkan Data Pribadi Ancaman Pidananya Bertahun-Tahun

- Rabu, 21 September 2022 | 14:14 WIB
TB Hasanuddin
TB Hasanuddin

DEPOK (eNBe Indonesia) - Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) mengancam orang yang sengaja membocorkan data pribadi dengan hukuman pidana. Ancaman hukumannya penjara bertahun-tahun, dan denda miliaran rupiah.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, data seperti nomor handphone, nomor KTP, dan sebagainya bersifat rahasia. Untuk itu, pengendali data tidak boleh menyebarkan atau memperjualbelikan data, tanpa persetujuan sang pemilik, sebagai subjek data.

"Tidak bisa nomor handphone kita tiba-tiba ada yang nelpon kita, menawarkan pinjaman," katanya kepada Pro3 RRI, dikutip RRI, Rabu (21/9/2022). "Itu nanti perlu dilindungi, dan bukan hanya nomor handphone, tapi semua kepentingan-kepentingan dengan data pribadi."

Baca Juga: Masyarakat Harus Siap Hidup Berdampingan Dengan Covid-19

Jika pengendali data, nekat menyebarkan, atau memperjualbelikan data pelanggan, tambahnya, maka akan dijerat Pasal 65 UU PDP. "Itu dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun, dan atau pidana denda paling banyak Rp 5 miliar."

DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP). Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna kelima Masa Persidangan I tahun sidang 2022-2023, Selasa (20/9/2022).***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Blokir Rekening Istri Lukas Enembe

Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:20 WIB

Menkopolhukam Pilih 13 Orang Anggota TGIPF

Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:13 WIB

Oknum Guru di Nagekeo Cabuli Siswinya

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:13 WIB
X