• Jumat, 7 Oktober 2022

Wartawan yang Diculik di Karawang Ternyata Juga Dipaksa Minum Air Kencing

- Rabu, 21 September 2022 | 14:35 WIB
Zaenal, wartawan korban penculikan dan penganiayaan di Karawang
Zaenal, wartawan korban penculikan dan penganiayaan di Karawang

DEPOK (eNBe Indonesia) - Dua orang wartawan yang diculik di Karawang ternyata tidak hanya dianiaya dengan dengan cara ditendang dan dipukul, tetapi juga dicekoki minuman keras dan air kencing pelaku.

Seperti diberitakan kemarin, dua orang wartawan media online di Karawang diculik dan dianiaya oleh seseorang yang diduga pejabat yang juga ASN setempat.

Korban juga sempat diancam akan dibunuh.

Baca Juga: Anggota DPR Sebut Bocorkan Data Pribadi Ancaman Pidananya Bertahun-Tahun

Menurut informasi yang beredar, peristiwa yang dialami wartawan tersebut bermula dari acara peluncuran Persika 1951, salah satu klub sepak bola Karawang di Liga 3.

Saat acara berlangsung, korban mengunggah kata-kata sindiran terhadap Persika melalui akun media sosial pribadi-nya. Nah rupanya unggahan itu diduga mengusik sejumlah ASN Pemkab Karawang yang kebetulan masuk dalam pengurus Askab PSSI Karawang.

Usai acara, salah seorang korban yaitu Gusti yang hadir dalam kegiatan itu dibawa orang yang mengaku suruhan pejabat Pemkab Karawang berinisial A pada Sabtu tengah malam, 17 September 2022. Ia digiring ke bekas kantor PSSI setempat.

Baca Juga: Masyarakat Harus Siap Hidup Berdampingan Dengan Covid-19

“Saya dibawa ke ruangn tertutup nggak ada yang boleh masuk selain orang-orang dia (pejabat). Itu lokasinya di kantor yang dulu bekas PSSI Karawang,” katanya dikutip DepokToday.com dari tayangan video yang beredar di Instagram @kabarnegri pada Rabu, 21 September 2022.

Di ruangan itulah, Gusti mengaku dipukuli oleh sekira 4-5 orang.
    
“Terus dia (pejabat inisial A) sendiri cekokin saya pakai minuman keras, terus saya dipaksa minum air kencing oknum pejabat itu. Dia juga mukul kepala saya. Saya dianiaya dari jam 12 malam sampai pagi,” ujarnya.

Baca Juga: Perjuangan Kamaruddin Simanjutak Tak Sia-Sia, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final, Kariernya Tamat

Korban baru bisa lolos dari cengkeraman para pelaku setelah dijemput saudaranya.

Menurut keterangan Gusti, pelaku kesal lantaran ia dianggap sebagai provokator. Selain kata-kata di media sosial, pelaku juga mempermasalahkan berita yang Gusti buat tentang jabatan kosong di Pemkab Karawang.

“Dia (pelaku) juga nendang kemaluan saya. (pelakunya) ada ajudannya inisial R. Dia PNS juga,” tuturnya.

Baca Juga: Mendag Pastikan Tidak Ada Penghapusan DMO

Selain Gusti, para pelaku juga menganiata wartawan lainnya bernama Zainal. Ia dijemput dari rumah.

“Ada teman saya Zainal Mustofa juga disikat. Keluarga saya juga diancam, anak saya katanya bisa jadi anak yatim. Hp saya disita, saya nggak tahu siapa yang ngambil. Saya sudah kaya maling ayam,” ujarnya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: Depok Today

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Blokir Rekening Istri Lukas Enembe

Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:20 WIB

Menkopolhukam Pilih 13 Orang Anggota TGIPF

Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:13 WIB

Oknum Guru di Nagekeo Cabuli Siswinya

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:13 WIB
X