• Jumat, 7 Oktober 2022

Tidak Terima Ditegur Seorang Siswa di Kupang Hajar Ibu Guru Sampai Berdarah

- Kamis, 22 September 2022 | 13:51 WIB
Polsek kelapa Lima, Kota Kupang
Polsek kelapa Lima, Kota Kupang

KUPANG (eNBe Indonesia) - Kasus penganiayaan guru oleh siswa kembali terjadi. Kali ini terjadi di SMA Negeri 9 Kota Kupang.

Seorang ibu guru bernama Theresia menjadi korban dari kekerasan yang terjadi pada Rabu (21/9). Ironisnya, kasus pemukulan itu terjadi saat jam pelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.

Theresia yang juga guru di SMA Negeri 9 Lasiana Kupang tersebut, menceritakan, minggu lalu memberikan tugas kepada seluruh siswa kelas untuk belajar, sehingga hari ini dilakukan evaluasi. Namun tidak seluruh siswa pada minggu lalu mengikuti pelajaran, karena ikut kegiatan pembinaan osis.

Baca Juga: Mahfud MD Minta Kepolisian Lakukan Reformasi Kultural

Dengan sisa waktu satu jam pelajaran, dia menyuruh siswa untuk membaca kembali tugas yang diberikan. Jika ada yang belum mengerti diperbolehkan untuk bertanya kepadanya. Namun karena tidak ada yang mengajukan pertanyaan, siswa waktu itu digunakan untuk evaluasi materi sebanyak tiga nomor.

"Evaluasi ini sudah sering kita lakukan, karena maksudnya ini supaya mereka ada belajarnya, ada juga evaluasinya. Jadi mereka membaca sekaligus belajar, karena mereka catatan juga tidak ada sama sekali jadi strategi mengajar saya seperti itu," jelas Theresia.

Saat disuruh membaca, dia malah bercerita dengan suara besar dan sibuk sendiri bersama teman sebangkunya. Sehingga Theresia menegur untuk di luar saja jika datang sekolah hanya untuk bermain, sehingga tidak mengganggu siswa lain yang ingin belajar.

Baca Juga: Warga yang Terkena Proyek Pembangunan Waduk Lambo Terima Uang Ganti Rugi Tahap II

"Saya suruh dia buka buku tapi dia tidak mau buka, malah dia suara keras dan bertanya kepada saya halaman berapa dengan wajah sinis. Saat itu saya sedang pegang spidol untuk menulis dan rencana untuk mengetuk dia di kepala, tapi dia tangkis dengan tangan sehingga spidol terlempar," cerita Theresia.

Dia menambahkan, siswa tersebut disuruh untuk menjelaskan kembali materi yang telah diberikan tadi. Siswa itu balik memandangnya dengan wajah sinis lalu bertanya dengan nada kasar halaman berapa.

"Sehingga saya katakan kepada dia bahwa memang dari tadi kau tidak ada perhatian saat ibu jelaskan di depan. Pelaku merupakan siswa Kelas 12 IPS 2, dan kejadian saat mata pelajaran sosiologi," ungkap Theresia.

Baca Juga: AHY Sindir Presiden Jokowi Tinggal Gunting Pita, Respon Santai Gibran: Malah Bagus!

Saat Theresia ingin mengetuk lagi kepalanya, siswa itu mengambil buku sosiologi, lalu menutupi kepalanya. Sehingga ketukan itu mengenai buku bukan kepalanya.

Tanpa disadari, siswa itu membalas dengan kepalan tangan dan memukuli wajah Theresia, sehingga darah segar pun mengucur deras dari dalam hidungnya. Sedangkan mata bagian kanan membengkak dan kebiruan akibat tinju siswa tersebut.

"Saya langsung tidak sadar ternyata hidung saya sudah seperti keluar air, ternyata darah," kata Theresia.

Baca Juga: Gelontorkan Dana Miliaran Untuk Trotoar di Margonda, Wali Kota Dituding Menganaktirikan Kawasan Lain di Depok

Tidak hanya memukul, siswa itu juga beberapa kali menendang sang guru di hadapan siswa-siswi lainnya. "Bahkan dia berontak untuk kembali memukul saya tapi beruntung siswa lain cepat tahan dia. Saya sudah tidak ingat dia tendang saya kena dimana," tambah Theresia.

Sebagai guru yang sudah belasan tahun mengabdi, Theresia merasa malu karena diserang di hadapan siswa lainnya.

"Saya malu, karena saya berpikir nanti mereka bangga karena sudah pukul guru. Kami guru mau tindak dan tegur keras juga nanti kena undang undang perlindungan anak, bahkan bisa diserang orang tua siswa. Ya kami serba salah," kata Theresia sambil menangis.

Baca Juga: Pemain Liverpool Thiago Alcantara Tidak Dipanggil ke Timnas Spanyol

Theresia memilih melaporkan siswanya ke polisi karena dia merasa benar dan dinilai aksi siswa tersebut, sudah di luar batas kewajaran. "Saya rasa pusing, batang hidung sakit dan bengkak, trus kelopak mata juga seperti ada bayangan hitam," tutup Theresia.

Kepolisian Sektor Kelapa Lima telah menerima laporan Theresia, yang ditemani kepala sekolah beserta sejumlah guru dan siswa.

"Sementara kita masih periksa korban dan saksi-saksi, orangtua anak juga sudah kita panggil untuk pendampingan saat diperiksa sebagai terduga pelaku," kata Plh Kapolsek Kelapa Lima, AKP Mesak Yohanis.***

Editor: Christianus Wai Mona

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Blokir Rekening Istri Lukas Enembe

Kamis, 6 Oktober 2022 | 13:20 WIB

Menkopolhukam Pilih 13 Orang Anggota TGIPF

Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:13 WIB

Oknum Guru di Nagekeo Cabuli Siswinya

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:13 WIB
X