• Jumat, 9 Desember 2022

Bikin Laporan Palsu Soal KDRT, Anggota DPR Usulkan Baim dan Paula Dihukum Kampanyekan Gerakan Anti KDRT

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 10:14 WIB
Baim Wong dan Paula Verhoeven bikin prank KDRT. Foto/Baim Wong dan Paula Verhoeven. (Foto/Baim Wong dan Paula Verhoeven.)
Baim Wong dan Paula Verhoeven bikin prank KDRT. Foto/Baim Wong dan Paula Verhoeven. (Foto/Baim Wong dan Paula Verhoeven.)

DEPOK (eNBe Indonesia) - Youtuber Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven diminta dilibatkan dalam kampanye anti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Usulan itu disampaikan Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman.

Usulan tersebut, katanya, layak dipertimbangkan karena Baim dan Paula sudah menyampaikan permintaan maaf. Terlebih, menurutnya, tidak ada korban yang menderita kerugian besar.

"Maka proses hukum kepada mereka baiknya dilakukan dengan pendekatan edukatif dan restorative justice. Misalkan mereka bisa dikenakan saksi ringan tetapi diminta mengkampanyekan gerakan anti KDRT secara nasional," katanya, dikutip RRI, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: Seperti Apa Pelecehan Seksual yang Terjadi? Kuasa Hukum Putri Chandrawati Berikan Penjelasan!

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan, keduanya akan dipanggil penyidik dari Polres Jakarta Selatan (Jaksel). "Untuk dimintai keterangan apa maksud dan tujuannya apa," katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Baim dan Paula membuat konten lelucon KDRT. Paula berpura-pura melaporkan kasus KDRT dialaminya ke Polsek Kebayoran Lama, Jaksel.

Setelah ramai, Baim dan Paula kemudian meminta maaf atas perbuatannya. Mereka sadar akan kekeliruan tersebut.

Baca Juga: Masih Ada Rp6,19 Triliun untuk BLT BBM Cair November, Segera Cek di cekbansos.kemensos.go.id

Zulpan menilai, laporan palsu tesebut sama sekali tidak dapat dibenarkan. "Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal seperti ini karena ini perbuatan tidak terpuji dan melawan hukum," ujarnya.

Baim dan Paula dilaporkan ke Polres Metro Jaksel oleh sejumlah orang yang mengatasnamakan Sahabat Polisi, Senin (3/10/2022). Meski demikian, polisi terbuka menyelesaikan perkara dengan restorative justice, atau mediasi antara pelapor dengan terlapor.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPOLBF Raih Predikat Sebagai Wilayah Bebas Korupsi

Rabu, 7 Desember 2022 | 15:51 WIB

Empat Nelayan Asal NTT Didenda 1.200 Dolar Australia

Selasa, 6 Desember 2022 | 12:35 WIB

Penyidik Periksa Anak dan Istri Ismail Bolong

Kamis, 1 Desember 2022 | 16:09 WIB
X