Ismail Bolong Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Tambang Ilegal

- Rabu, 7 Desember 2022 | 16:53 WIB
Johannes L. Tobing, pengacara tersangka kasus tambang ilegal, Ismail Bolong.
Johannes L. Tobing, pengacara tersangka kasus tambang ilegal, Ismail Bolong.

DEPOK (eNBe Indonesia) - Pengacara Ismail Bolong mengungkapkan, kliennya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait kasus perizinan tambang ilegal bukan dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri.
 
"Jadi tidak ada mengenai suap, tidak ada. Jadi saya clear-kan, tidak ada pak Ismail Bolong ditangkap karena katanya memberikan suap kepada petinggi Polri, itu tidak ada loh," kata Johannes L Tobing, pengacara Ismail Bolong ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, dikutip Antara, Rabu (7/12).

Menurut Johannes, kliennya tidak ditangkap, tetapi datang memenuhi panggilan penyidik. Setelah dilakukan pemeriksaan selama 13 jam mulai dari Selasa (6/12), hingga Rabu (7/12) pukul 01.45 WIB, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Baca Juga: Gubernur NTT Lantik Siprianus Habur Sebagai Wabup Manggarai Timur

"Pak Ismail ditahan, jadi tidak ada sangkut pautnya dengan video yang viral itu," ujarnya.
 
Video viral dimaksud terkait pengakuan Ismail Bolong tentang uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto.
 
Ia mengatakan kliennya ditersangkakan dengan tiga pasal Undang-Undang Minerba, yakni Pasal 158, Pasal 159 dan Pasal 161.

Baca Juga: BPOLBF Raih Predikat Sebagai Wilayah Bebas Korupsi
 
"Pak Ismail dijadikan tersangka ada tiga pasal yang ditersangkakan soal UU Minerba, Pasal 158, Pasal 159 dan Pasal 161," katanya.
 
Ia menerangkan, Pasal 158 terkait soal perizinan tambang, distribusi pertambangan. Bukan kasus video viral ataupun uang koordinasi kepada Kabareskrim Polri.
 
Johannes juga menyampaikan pengakuan kliennya untuk diketahui oleh masyarakat, bahwa Ismail Bolong mengenal Kabareskrim sebagai pucuk pimpinan Bareskrim Polri pada saat aktif menjadi anggota polisi.

Baca Juga: Sambo Tidak Menyangka Bahwa Kasus Pelecehan Bisa Terjadi Pada Istrinya
 
"Lalu apakah kemudian pernah bertemu Pak Kabareskrim? Jawabanya tidak pernah bertemu, sampai detik ini mulai dari anggota Polri sampai pada akhirnya bulan Juli kemarin mengundurkan diri tidak pernah bertemu Pak Kabareskrim," katanya.
 
Johannes mengklaim, karena kliennya tidak pernah bertemu, sehingga tidak pernah menjanjikan sesuatu atau memberikan sesuatu kepada Kabareskrim.
 
"Atau bahkan mengiming-ngimingi sesuatu itu tidak pernah, jadi berita-berita yang selama ini terjadi itu tidak pernah ada," kata Johannes.

Baca Juga: Goncalo Ramos Jadi Pemain Terbaik Laga Portugal Kontra Swiss
 
Ia juga mengungkapkan, dalam perkara ini selain kliennya ditetapkan jadi tersangka, juga ada dua tersangka lain yang ikut ditahan, yakni Budi selaku manager perusahaan tambang ilegal milik Ismail Bolong, dan Rinto, selaku kuasa direksi.
 
"Jadi sudah tiga orang ditahan, semua terkait soal perizinan pertambangan tidak ada yang lain," katanya.
 
Sementara itu, untuk status Rifki dan Hasana, (anak dan istri Ismail) yang diperiksa pekan lalu masih berstatus saksi.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Kembali Periksa Lukas Enembe

Senin, 30 Januari 2023 | 17:10 WIB

Sebanyak 27 Orang Tewas Akibat Bom di Nigeria

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:26 WIB

Polri Hentikan Penggunaan Pelat RF dan Pelat Rahasia

Kamis, 26 Januari 2023 | 12:43 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Minta Kliennya Dibebaskan

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:05 WIB

Kuat Ma'ruf Tegaskan Tak Tahu Yoshua Akan Dibunuh

Selasa, 24 Januari 2023 | 12:41 WIB
X