Hercules Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi Kasus Suap Penanganan Perkara di MA

- Kamis, 19 Januari 2023 | 12:28 WIB
Rosario de Marshall alias Hercules memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi pada kasus dugaan suap penanganan perkara di MA.
Rosario de Marshall alias Hercules memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi pada kasus dugaan suap penanganan perkara di MA.

DEPOK (eNBe Indonesia) - Rosario De Marshall alias Hercules memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung.

"Saksi Rosario De Marshall sudah hadir di Gedung Merah Putih KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (19/1).

Ali menerangkan saat ini Hercules tengah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Sudrajat Dimyati (SD).

Baca Juga: Perang Bintang Warnai Babak 16 Besar Bulutangkis India Open 2023

"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan sebagai saksi," ujarnya.

Hercules diketahui menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai Tenaga Ahli PD Pasar Jaya.

KPK awalnya menjadwalkan pemeriksaan terhadap Hercules pada Selasa (17/1).

Baca Juga: Pengusaha Arab Saudi Menangi Tiket Khusus Ronaldo Kontra Messi

Meski demikian yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut, sehingga penyidik kemudian menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap yang bersangkutan menjadi Kamis.

Penyidik KPK telah menetapkan 14 orang tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Para tersangka tersebut yakni Hakim Yustisial Edy Wibowo, Hakim Agung Gazalba Saleh, Hakim Yustisial Prasetio Nugroho, dan Redhy Novarisza selaku staf Gazalba Saleh.

Baca Juga: Marselino Ferdinan Cetak 'Brace', Persebaya Pesta 5 Gol ke Gawang Persita pada Lanjutan Liga 1 Indonesia

Tersangka lainnya adalah Hakim Agung Sudrajat Dimyati, Hakim Yudisial atau panitera pengganti Elly Tri Pangestu (ETP), dua aparatur sipil negara (ASN) Kepeniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua ASN di Mahkamah Agung Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Kemudian, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT), dan debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Kembali Periksa Lukas Enembe

Senin, 30 Januari 2023 | 17:10 WIB

Sebanyak 27 Orang Tewas Akibat Bom di Nigeria

Kamis, 26 Januari 2023 | 16:26 WIB

Polri Hentikan Penggunaan Pelat RF dan Pelat Rahasia

Kamis, 26 Januari 2023 | 12:43 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Minta Kliennya Dibebaskan

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:05 WIB

Kuat Ma'ruf Tegaskan Tak Tahu Yoshua Akan Dibunuh

Selasa, 24 Januari 2023 | 12:41 WIB
X