• Minggu, 3 Juli 2022

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Potensi Karhutla di NTT

- Rabu, 22 Juni 2022 | 15:23 WIB
Mulai 15 Juni hingga 15 November 2022 Kalimantan Selatan ditetapkan status siaga Karhutla, karena sudah ada tiga daerah yang menetapkan (dok, ANTARA)
Mulai 15 Juni hingga 15 November 2022 Kalimantan Selatan ditetapkan status siaga Karhutla, karena sudah ada tiga daerah yang menetapkan (dok, ANTARA)

KUPANG (eNBe Indonesia) - Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Timur.

"Sebagian besar wilayah NTT berada pada kategori sangat mudah atau kategori merah terjadinya karhutla," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi ketika dihubungi di Kupang, dikutip Antara, Rabu (22/06/2022).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan peringatan dini kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT yang berlaku pada 22 Juni 2022.

Baca Juga: Gempa Guncang Ruteng, Namun Tidak Berpotensi Tsunami

Sejumlah daerah dengan kategori sangat mudah terjadinya karhutla di antaranya, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua.

Selain itu Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Barat, Sumba Timur, dan Sumba Tengah.

Di berbagai daerah itu, kata dia kondisi alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutup lantai hutan dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Baca Juga: Risma Belum Terpikir Untuk Maju di Pilgub DKI Jakarta

Dengan demikian ketika ada aktivitas warga yang memicu kemunculan titik api maka akan sangat rawan menimbulkan karhutla yang dapat meluas dengan cepat.

Agung mengatakan kemunculan titik api umumnya akibat aktivitas warga baik disengaja maupun tidak disengaja seperti membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar.

Selain itu, tindakan membuang puntung rokok sembarangan di area terbuka yang terdapat tumpukan rumput atau dedaunan kering yang mudah tersulut api.

Baca Juga: Mendag Jambangi Pasar Klender Jakarta, Pemerintah Akan Tetapkan Harga Migor Rp 14 Ribu

Ia mengimbau warga agar mewaspadai atau mencegah terjadinya karhutla ini karena saat ini wilayah NTT juga sedang dilanda angin kencang.

"Angin kencang yang bersifat kering di saat musim kemarau membuat karhutla mudah terjadi dan lebih sulit untuk ditangani," katanya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menpan RB Tjahjo Kumolo Meninggal Dunia

Jumat, 1 Juli 2022 | 12:17 WIB

Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Kupang

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:03 WIB

Rudal Rusia Hantam Mal di Ukraina 13 Orang Tewas

Selasa, 28 Juni 2022 | 15:12 WIB

Victor Ajak IBI NTT Perangi Stunting

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:59 WIB

Gempa di Afghanistan, Sekitar 1000 Orang Tewas

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:11 WIB
X