• Jumat, 9 Desember 2022

Praktisi Kesehatan Ungkap Generasi Muda Sekarang Banyak Mengidap Diabetes Melitus

- Jumat, 30 September 2022 | 12:03 WIB
Ilustrasi Diabetes
Ilustrasi Diabetes

DEPOK (eNBe Indonesia) - Pemerhati sekaligus Praktisi Kesehtan, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengungkapkan kalangan generasi muda banyak yang mengidap penyakit Diabetes Melitus. Hal itu terjadi lantaran faktor gaya hidup anak muda.

"Anak muda banyak, bahkan termuda kemarin saya dapat usianya 26-30 tahun. Mereka terkena serangan jantung termasuk Diabetes Melitus," kata dr. Fajri kepada Pro 3 RRI, dikutip RRI, Jumat (30/9).

Penyakit Diabetes Melitus (DM) ini terbagi menjadi dua, yaitu DM Tipe 1 dan DM Tipe 2. "Biasanya ini yang berkaitan dengan DM Tipe 2, itu anak muda sudah mulai banyak," ujarnya.

Baca Juga: Ten Hag Disarankan Cadangkan Ronaldo Saat Derbi Manchester

Menurutnya, prevalensinya sudah mulai bergeser ke anak muda. Untuk itu, masalah ini perlu dipahami termasuk mengendalikan minuman berpemanis.

"Minuman manis itu kalorinya banyak dan mengurangi minuman kekinian," ucapnya. Ia memperkirakan populasi orang yang gemuk karena mengkonsumsi gula berlebih saat ini meningkat.

"Itu risikonya cukup tinggi juga menyebabkan berbagai penyakit," ucapnya. Atas hal itu, ia menyarankan untuk makan dengan gizi seimbang.

Baca Juga: Ferdy Sambo Siap diadili, Berikut Fakta-Fakta Jelang Persidangan

"Jadi prioritas makan nasi ada lauk, sayur dan buah. Itu bisa sampai 500 kalori, dan itu cukup," ujarnya.

"Jadi kurangi ngemilnya makanlah nasi," ujarnya kembali.  Selain itu, kata dia, masyarakat sebaiknya mengurangi minuman berpemanis.

Untuk diketahui, data Kemenkes juga menunjukkan bahwa 28,7 persen masyarakat indonesia mengkonsumsi Gula Garam Lemak (GGL) melebih batas yang dianjurkan. Dimana batasan konsumsi GGL sudah diatur dalam Permenkes No 30/2013 yang diperbaharui dengan Permenkes 63/2015.

Baca Juga: Cassano Sarankan CR7 Gantung Sepatu

Sementara sebanyak 61,27 persen penduduk usia 3 tahun ke atas di Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari 1 kali per hari. Juga 30,22 persen orang mengonsumsi minuman manis sebanyak 1-6 kali per minggu.

Sementara hanya 8,51 persen orang mengonsumsi minuman manis kurang dari 3 kali per bulan. Data ini didapat dari Riskesdas tahun 2018.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bos Sunda Empire Lord Rangga Meninggal Dunia

Rabu, 7 Desember 2022 | 11:10 WIB

Erupsi Semeru, Warga Diminta Patuhi Arahan BPBD

Senin, 5 Desember 2022 | 13:45 WIB

Wapres Minta Nilai Islam Wasathiyah Terus Dilestarikan

Minggu, 4 Desember 2022 | 08:46 WIB

1 Desember Hari Aids Sedunia

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:50 WIB

Tim SAR Perpanjang Pencarian Korban Gempa Cianjur

Kamis, 1 Desember 2022 | 15:39 WIB

Gedung Baintelkam Mabes Polri Terbakar

Jumat, 25 November 2022 | 11:53 WIB

Frans Seda Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Kamis, 24 November 2022 | 14:50 WIB

Cianjur Diguncang Puluhan Gempa Susulan

Selasa, 22 November 2022 | 09:57 WIB
X