Wapres Minta Nilai Islam Wasathiyah Terus Dilestarikan

- Minggu, 4 Desember 2022 | 08:46 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat membuka Muktamar ke – 15 As’adiyah, di Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/). (Foto:SetwapresRI)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat membuka Muktamar ke – 15 As’adiyah, di Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/). (Foto:SetwapresRI)


SENGKANG (eNBe Indonesia) - Wapres Ma’ruf Amin meminta agar berbagai nilai Islam Wasathiyah atau moderat khas Indonesia, akan terus mengikuti dinamika zaman. Hal itu dilakukan agar menjadikan Indonesia dengan penduduk muslim yang tangguh.

"Melalui acara ini saya berharap nilai-nilai wasathiyah Islam akan lincah mengikuti dinamika perkembangan zaman baik dalam negeri maupun di tingkat global. Untuk menjadi Indonesia sebagai penduduk muslim yang tangguh dan bermartabat,” kata Wapres saat membuka Muktamar ke – 15 As’adiyah, di Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (3/12/22).

Menurut Wapres Wasathiyah memiliki arti tidak berpikir tekstual dan liberal. “Dan, mutafaqih fiddin (orang-orang yang paham agama) yang dilahirkan oleh As’adiyah ini yaitu mutafaqih yang berpikir Wasathiyah moderat,” ujar Wapres.

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Kalahkan Australia 2-1, Argentina Tantang Belanda di Perempat Final

“Artinya moderat, tidak berpikir tekstual, dan juga tidak  berpikir liberal,” kata Wapres lagi.

Islam merupakan agama yang toleran seluruhnya dan sepenuhnya memiliki nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, Wapres menekankan nilai-nilai itulah yang harus dijunjung oleh umat Islam.

“Itu nilai-nilai Islam yang harus kita junjung, harus kita sebarkan. Kita harus berada dalam lingkaran, naungan, dan dalam naungan tujuan umum Syariat Islam,” tekan Wapres lagi.

Wapres mengharapkan, agar penyampaian nilai-nilai keislaman dilakukan dengan santun, mudah dan benar. “Jangan pakai hoaks, cara-cara yang tidak benar dan dengan cara yang mudah,” jelas Wapres.

Baca Juga: Kalahkan Amerika Serikat, Belanda Tembus Perempat Final Piala Dunia 2022

“Yang harus kita sampaikan kepada khalayak, justru bagaimana kita bisa menyampaikan nilai-nilai Islam yang baik. Islam itu seluruhnya baik, seluruhnya rahmat, semuanya maslahat, dan semua hikmah,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu Wapres memaparkan, Islam Wasathiyah di Indonesia bahkan mendapatkan apresiasi dari Majelis Al Hukamah Al Muslim. Yaitu, suatu perkumpulan para cendekiawan dunia yang berpusat di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab.

“Saya menjelaskan belum lama ini, utusan dari Majelis Al Hukamah Al Muslimin yaitu perkumpulan orang-orang Islam cendikiawan pintar dunia yang berpusat di Abu Dhabi Emirat. Ketuanya Syaikul Azhar Prof. Ahmed Tayyib datang menemui saya di Jakarta."

Baca Juga: Gempa M 6,4 Guncang Garut, Getaran Terasa Kuat di Bandung!

"Mereka mengatakan saya datang ke Indonesia bukan untuk mengajari orang Indonesia, tapi untuk belajar dari orang Indonesia tentang toleransi. Karena, menurut mereka kehidupan toleransi di Indonesia sangat baik dan Indonesia merupakan negara yang paling toleran di dunia,” ucap Wapres.

Para cendikiawan muslim itu menyebut cara-cara pengembangan Islam di Indonesia, akan dijadikan model dakwah Islam global di dunia. Serta, mereka mengatakan bukan saatnya lagi bahasa Arab diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tapi justru sebaliknya.

“Supaya orang-orang pada tahu, pola, cara bagaimana Islam berkembang di Indonesia. Itu saya kira hal yang patut kita dibanggakan,” tegasnya.***

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Sumber: rri.co.id

Tags

Terkini

7 Brand Jam Tangan Wanita Murah dan Berkualitas

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:04 WIB

Manfaat Minum Air Tebu Untuk Kesehatan Tubuh

Selasa, 24 Januari 2023 | 14:58 WIB

Imlek di Indonesia dari Masa ke Masa

Senin, 23 Januari 2023 | 17:25 WIB

In Memoriam Romo Alfons Suhardi OFM

Kamis, 12 Januari 2023 | 15:44 WIB

Begini Manfaat Mendaki Gunung bagi Kehidupan

Sabtu, 7 Januari 2023 | 18:17 WIB

Jenazah Pele Dimakamkan di Santos

Selasa, 3 Januari 2023 | 15:51 WIB
X