• Kamis, 8 Desember 2022

Jasad Korban Tragedi Sepak Bola di Malang Masih Diperlakukan Tidak Manusiawi

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 13:55 WIB
Kiritk Warganet Pasca Duel Maut Antara Arema FC dan Persebaya Surabaya Di Stadion Kanjuruhan (Twitter)
Kiritk Warganet Pasca Duel Maut Antara Arema FC dan Persebaya Surabaya Di Stadion Kanjuruhan (Twitter)


DEPOK (eNBe Indonesia) - Aparat keamanan di kota Malang dinilai sangat tidak manusiawi, karena memperlakukan penonton sepak bola di tribun Stadion Kanjuruhan seperti mainan. Aparat pun tega membunuh 153 penonton dan supporter Arema Malang menggunakan gas air mata.

Bola itu sebuah tontonan hiburan bagi penonton, tapi apa lacur aparat melihat penonton hanya seperti mainan. Akibat dari tembakan gas air mata ke penonton di tribun, penonton pun sesak napas lalu berlari keluar stadion, melewati pintu yang sempit.

Fatal, korban meninggal pun tak bisa dielak, dalam jumlah sangat banyak. Sebagian oknum mengintimidasi wartawan untuk tidak mendokumentasikan jasad-jasad di rumah sakit. Jasad-jasad supporter yang malang dan naas itu tampak tidak berbaju.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Sesalkan Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Minta Kapolri Segera Usut Tuntas

Oknum aparat di rumah sakit diduga mencopot jersey Arema dari jasad-jasad itu, membiarkan jasad tanpa baju alias telanjang dada. Sedih, para korban tewas akibat perlakuan aparat yang tidak manusiawi, pun jasad mereka diperlakukan tidak manusiawi, dibiarkan tanpa baju.

"Saya bingung cari kain apa saja asal bisa tutup jasad kakak saya karena baju tidak ada lagi. Masa jenasah pulang ke rumah tanpa baju?" ujar Kurni Sandi dalam wawancara dengan Tribunnews siang ini. Sandi mengaku pihaknya iklas menerima kenyataan, kakaknya Hurtriadi Hermanto jadi korban kebrutalan aparat.

Seperti diberikan Floresku.com, pertandingan Liga 1 Indonesia antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10) malam berujung kerusuhan, dan menimbulkan ratusan korban jiwa. Kerusuhan dipicu kekalahan Arema di kandangnya oleh Persebaya 2-3. Akibat kerusuhan ini dilaporkan lebih dari 150 dan  meninggal dunia, termasuk dua di antaranya anggota polisi.***

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kroasia, Timnas Langganan Menang Adu Penalti

Selasa, 6 Desember 2022 | 09:57 WIB
X