Liga Italia: Juventus Terancam Degradasi ke Serie B

- Rabu, 7 Desember 2022 | 12:38 WIB
Ekspresi para pemain Juventus saat kalah dari Benfica di Liga Champions.
Ekspresi para pemain Juventus saat kalah dari Benfica di Liga Champions.

DEPOK (eNBe Indonesia) - Kasus keuangan yang sedang dialami Juventus tahun ini disebut lebih berat daripada skandal Calciopoli 2006. Si Nyonya Tua pun terancam untuk kembali terdegradasi ke Serie B.

Saat ini, klub kota Turin itu sedang diselidiki karena beberapa 'keteraturan keuangan' yang berkaitan dengan periode sekitar Covid-19.

Juventus diduga menyetujui kesepakatan rahasia dengan para pemain dan pelatih mereka saat itu, Maurizio Sarri, untuk membayar gaji mereka selama tiga bulan, meskipun mereka secara terbuka mengaku setuju untuk tidak digaji.

Baca Juga: Dulu Sempat Jadi Primadona, Nasibumu Kini Plaza Semanggi!

Pengacara Italia Mattia Grassani, yang juga seorang ahli hukum olahraga mengungkapkan, bahwa penyelidikan terhadap Juventus saat ini 'lebih serius' daripada skandal Calciopoli 2006.

Grassani pun mengatakan, tindakan Bianconeri dapat mengakibatkan hukuman serupa di mana akibat Calciopoli, mereka harus terdegradasi ke Serie B.

"Saya pikir ini adalah penyelidikan terberat dalam sejarah Juventus, bahkan lebih berat daripada Calciopoli pada 2006. Tindakan melanggar hukum yang dituduhkan kepada mereka tidak ada presedennya," kata Grassani kepada stasiun radio Rai1 seperti dikutip Kompas TV dari Sport Bible, Rabu (7/12).

Baca Juga: Pelatih Portugal Jelaskan Alasan Cadangkan Ronaldo Kontra Swiss pada 16 Besar Piala Dunia

"Pada tingkat olahraga, mereka mengambil risiko lebih dari sekadar denda atau hukuman ringan. Semua ini bisa berujung pada hukuman berat karena peraturan menyatakan bahwa jika ada perubahan dokumen, seperti surat-surat pribadi, itu bisa menimbulkan konsekuensi yang lebih besar daripada hukuman sederhana," jelasnya.

"Aturan menyatakan bahwa jika klub telah memasuki musim berkat langkah-langkah ini, mereka dapat dikeluarkan darinya (liga). Itu bisa menyebabkan degradasi dan bahkan hilangnya scudetto," tutur Grassani.

Grassani kemudian mengklaim, Juventus bisa saja kehilangan gelar Serie A mereka di musim 2019-2020, ketika Covid-19 mulai berdampak ke kompetisi.

Baca Juga: AHY Optimis Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju

Jika itu terjadi, maka akan menjadi kedua kalinya bagi Juventus kehilangan gelar, sama seperti ketika gelar 2004-2005 dan 2005-2006 dicabut akibat Calciopoli.

Pekan lalu, jajaran direksi Juventus, termasuk Presiden Andrea Agnelli memutuskan mundur dari jabatan mereka di klub.

Hal tersebut dikarenakan Juventus sedang diinvestigasi terkait laporan palsu mengenai keuangan mereka.

Baca Juga: Perindo Sebut Tidak Etis Wacanakan Prabowo Jadi Cawapres Anies

Sementara mengenai Calciopoli 2006, merupakan kasus skandal pengaturan skor yang terjadi di Liga Serie A dengan melibatkan sejumlah tim, salah satunya Juventus dengan Luciano Moggi menjadi tokoh sentral.

Akibat terbongkarnya kasus itu, Juventus harus kehilangan gelar scudetto yang mereka raih dan harus terdegradasi ke Serie B.

Setelah satu musim di kasta kedua, Juventus kembali ke Serie A di musim berikutnya. Namun saat kembali ke kasta teratas, klub dengan ciri khas warna putih hitam itu belum bisa langsung kembali berjaya.

Baca Juga: PSI Kritik Keras Kejadian Satpol PP Dikerahkan Saat Para Murid SDN Pondok Cina 1 Sedang Ujian

Butuh empat tahun bagi mereka untuk kembali memenangkan Serie A dan mendominasi di musim-musim selanjutnya.

Akan tetapi dalam dua musim terakhir, Juventus gagal meraih scudetto dengan Inter Milan dan AC Milan menjadi tim yang memutus rentetan juara Si Nyonya Tua.*** 

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: kompas.tv

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Liverpool Perpanjang Kontrak Stefan Bajcetic

Jumat, 27 Januari 2023 | 11:27 WIB
X