• Jumat, 29 September 2023

Rektor Unika Widya Karya Malang, Frater Monfoort: Perkuat Pemahaman Kurikulum Merdeka Guru Agama Katolik

- Rabu, 23 Agustus 2023 | 19:27 WIB
Rektor Unika Widya Karya Malang, Frater Monfoort: Perkuat Pemahaman Kurikulum Merdeka Guru Agama Katolik
Rektor Unika Widya Karya Malang, Frater Monfoort: Perkuat Pemahaman Kurikulum Merdeka Guru Agama Katolik


DEPOK (eNBe Indonesia) - Ciri khas Lembaga Pendidikan Katolik (LPK) yakni menciptakan lingkungan dengan kebebasan dan cinta kasih juga mengembangkan dan memperdalam pengetahuan tentang dunia agar kehidupan manusia diterangi iman. LPK memiliki mutu pendidikan unggul dan berpihak pada yang miskin.

Meskipun begitu, LPK perlu berubah sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman. Karena perubahan itu mengandaikan pembaruan pola pikir.

Hal itu disampaikan Rektor Unika Widya Karya, Fr. Dr. Klemens Mere, S.E.,M.Pd., M.M.,M.h.,M.A.P.,M.Ak saat menjadi pemateri dalam Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kompetensi Guru Agama Katolik Tingkat Sekolah Menengah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2023.

Baca Juga: Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Tolak Bergabung Dengan Partai Solidaritas Indonesia

Kegiatan ini diselenggarakan Bimbingan Masyarakat Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur  di Great Diponegoro Hotel Surabaya, beberapa waktu lalu. Temanya, Pandangan Gereja Katolik Mengenai Kurikulum Merdeka.

Dalam materinya Frater Monfoort, sapaan akrabnya mengatakan, bahwa satuan pendidikan dapat menentukan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada Tahun Ajaran 2022/2023.

Pertama, Mandiri Belajar, yaitu menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, dengan tetap menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum 2013 yang disederhanakan.

Kedua, Mandiri Berubah, yaitu menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan.

Baca Juga: MK Bolehkan Kampanye di Fasilitas Pendidikan, BEM UI Undang Anies, Prabowo dan Ganjar Debat di Kampus

Dan yang ketiga, Mandiri Berbagi, yaitu menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar.

Dalam materinya Frater Monfoort, sapaan akrabnya mengatakan, bahwa satuan pendidikan dapat menentukan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada Tahun Ajaran 2022/2023.

Pria asal Flores ini menjelaskan, pendidikan agama mendorong peserta didik menjadi pribadi beriman yang mampu menghayati dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari.

Juga memperteguh iman dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai ajaran iman Gereja Katolik, dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama dan kepercayaan lain.

Baca Juga: Tujuh Langkah Lindungi Paru-Paru Saat Polusi Udara Sedang Tinggi

Adapun profil pelajar Pancasila, kata dia, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri dan bernalar kritis serta kreatif.

Sementara kemampuan yang perlu dicapai pelajar setelah mempelajari mata pelajaran Agama Katolik adalah agar peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap membangun hidup yang semakin beriman dan berakhlak.

“Mendidik peserta didik menjadi manusia paripurna yang berkarakter mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global sesuai dengan tata paham dan tata nilai yang diajarkan dan dicontohkan oleh Yesus Kristus sehingga nilai-nilai yang dihayati dapat tumbuh dan membudaya dalam sikap dan perilaku peserta didik,” pungkasnya.***

Sumber : malangposcomedia.id

Editor: Yohanes GN Obor

Tags

Terkini

X