• Kamis, 8 Desember 2022

Wali Kota Depok Ternyata Belum Pernah Membicarakan Anggaran Pembelian Lahan Relokasi SDN Pondokcina 1

- Selasa, 22 November 2022 | 16:07 WIB
Suasana di salah satu ruang kelas di SDN Pondokcina I, Beji, Depok.
Suasana di salah satu ruang kelas di SDN Pondokcina I, Beji, Depok.

DEPOK (eNBe Indonesia) - Rencana pembelian lahan untuk membangun gedung baru SDN Pondok Cina 1, Beji, yang disampaikan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok rupanya belum jelas.

Sebab, rencana pembelian lahan yang dijanjikan Wali Kota Depok Mohammad Idris ternyata tak pernah dibicarakan bersama DPRD Kota Depok.

Bahkan, hal itu juga tak ada dalam perencanaan Pemkot Depok. "Wah itu enggak ada omongan (pembahasan dan anggaran pembebasan lahan untuk gedung SDN Pondok Cina 1) di DPRD. Sejauh ini belum ada pembahasan bersama kami," ujar anggota Komisi D DPRD Kota Depok Ikravany Hilman saat dihubungi, dikutip Kompas.com, Selasa (22/11).

Baca Juga: KPK Konfirmasi Saksi Yang Atur Pertemuan Lukas Enembe Dengan Para Kontraktor

Menurut Ikravany, jika hendak membangun gedung baru bagi murid SDN Pondok Cina 1, Pemkot Depok seharusnya merencanakannya terlebih dahulu dengan DPRD. Hal itu juga harus disampaikan secara langsung kepada orangtua murid.

"Kalau mau (membangun gedung baru), diomongin (dengan DPRD dan orangtua murid), bukannya ngomong di depan wartawan. Itu kan bagian dari negosiasi dengan orangtua siswa yang melawan. Problemnya Pemkot Depok ini angkuh," ujar Ikravany.

Janji Wali Kota Idris

Beberapa waktu lalu, Idris mengungkapkan kepada wartawan bahwa Pemkot Depok telah merencanakan pembelian lahan untuk membangun gedung baru SDN Pondok Cina 1.

Baca Juga: Presiden Sampaikan Dukacita Terhadap Korban Gempa Cianjur dan Pastikan Pemerintah akan Memberi Bantuan

Sebab, Idris menilai, gedung sekolah saat ini sudah tak layak dan membahayakan keselamatan para siswa.

"Untuk yang SD ini kami juga sudah merencanakan pembelian lahan untuk kami bangunkan sekolah yang lebih representatif, daripada di pinggir jalan yang membahayakan, itu yang kami pikirkan," kata Idris saat ditemui dalam acara peresmian RSUD ASA, Cimpaeun, Tapos, Selasa (15/11/2022).

Karena itu, Idris meminta orangtua murid SDN Pondok Cina 1 untuk bersabar terlebih dahulu.

Baca Juga: Dinkes NTT Sebut Lima Kabupaten Jadi Contoh Program PMT


"Jadi tolong sabar sebentar, hindari segala tindakan provokasi dan lakukan klarifikasi pada kami, khususnya Dinas Pendidikan, agar kita bisa sama-sama mendapat kenyamanan," ujar Idris.
 
Menanggapi itu, Ikravany menduga pernyataan yang dilontarkan Idris semata-mata untuk meredam protes orangtua murid.

"Iya, bisa dibilang meredam orangtua murid. Itu (rencana pembelian lahan) belum konkret, kalau mau ngomong yang jelas ke orangtua siswa," kata Ikravany.

Baca Juga: Jumlah Rumah yang Rusak Akibat Gempa di Kupang Bertambah

Protes orangtua murid

Adapun sejumlah orangtua murid SDN Pondok Cina 1 menolak relokasi anak-anak mereka dilebur dengan sekolah lain.

Peleburan itu dilakukan Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berdasarkan rencana pengalihfungsian lahan SDN Pondok Cina 1 menjadi masjid agung.

Perwakilan orangtua murid bernama Cici menegaskan, ia dan orangtua murid lainnya tak pernah menolak pengalihfungsian lahan tersebut.  

Baca Juga: Positif Covid-19, Putri Candrawathi Hadiri Sidang Secara Daring

Namun, mereka menolak siswa-siswi SDN Pondok Cina 1 dilebur dengan sekolah lain, yaitu ke SDN Pondok Cina 3 dan SDN Pondok Cina 5.

"Sebenarnya kami kalau misalkan (lahan SDN Pondok Cina 1) ini mau dibangun apa pun, kami tidak menolak sama sekali. Kami cuma minta tempat untuk anak-anak kami tidak dipecah," ujar Cici, Senin (14/11/2022).

Oleh karena itu, orangtua murid meminta Pemkot Depok untuk menyediakan terlebih dahulu gedung baru, sebelum merelokasi anak-anak mereka.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru SDN Pondok Cina 1 Kembali Hadir di Sekolah

Senin, 5 Desember 2022 | 12:18 WIB

320 Ribu Guru Honorer akan Diangkat Jadi PPPK

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:16 WIB

Hari Ini Hari Guru, Begini Sejarahnya

Jumat, 25 November 2022 | 12:23 WIB
X