DEPOK (eNBe Indonesia) - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik mengatakan, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) untuk membahas teknis tahapan verifikasi ulang.
Hal ini sebagai bentuk tindak lanjut menjalankan keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang memerintahkan KPU untuk melakukan verifikasi ulang Partai Prima.
"Setelah konferensi pers ini, kami akan mengadakan rapat teknis dengan Prima," kata Idham di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, dikutip Kompas TV, Jumat (24/3/2023).
Baca Juga: Uskup Agung Kupang Larang Gereja di Wilayah Keuskupan Agung Kupang Terima Bantuan Dari Parpol
Idham mengatakan, pihaknya akan membuka akses Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) bagi Partai Prima.
"Kami akan jelaskan teknis penyerahan persyaratan perbaikan pendaftaran partai politik sebagaimana dimaksudkan dalam putusan Bawaslu yang insya Allah kami akan terima dalam rentang waktu maksimal, karena dalam putusan bawaslu bahasanya paling lama, 10 x 24 jam," ujarnya.
Ia menjelakskan, dalam pertemuan itu nantinya akan membahas kesanggupan Partai Prima dalam melakukan verifikasi ulang.
Baca Juga: Polisi Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Terkait Video Penutupan Patung Bunda Maria di Kulon Progo
"Kami akan tanya kesanggupan Prima paling lama berapa hari. Karena bicara tentang dokumen yang harus disampaikan partai Prima adalah kelanjutan dari apa yang selama ini Prima telah sampaikan kepada kami dalam bentuk administrasi persyaratan partai politik calon peserta pemilu," ujarnya.
"Kami juga nanti akan menjelaskan kepada Prima apabila memang persyaratan perbaikan administrasi itu dipenuhi seluruhnya, kami akan lakukan tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sebagaimana tertuang pada Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2022," ucapnya.
Sebelumnya, Bawaslu mengabulkan gugatan Partai Prima terhadap KPU, Senin (20/3/2023).
Baca Juga: Polisi Tahan Sekretaris Camat di Alor NTT Yang Cabuli Anak di Bawah Umur
KPU sebagai terlapor dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran administrasi terkait verifikasi administrasi syarat pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2024.
Yakni telah membatasi Partai Prima untuk memperbaiki atau mengganti dokumen persyaratan berdasarkan berita acara tentang rekapitulasi hasil verifikasi administrasi sebelum perbaikan.
Perbuatan tersebut menurut Majelis Pemeriksa telah melanggar ketentuan Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Dukung Sikap PDIP Tolak Kedatangan Timnas Israel U20 ke Indonesia
Dalam putusannya Bawaslu memerintahkan KPU untuk melakukan verifikasi administrasi perbaikan terhadap dokumen persyaratan perbaikan Partai Prima.
Perintah tersebut berdasarkan Putusan Sidang Penanganan Dugaaan Pelangaran Administrasi Pemilu 2024 dengan Laporan Nomor: 001/LP/ADM/BWSL/00.00/III/2023.
Selain itu Bawaslu juga memerintahkan KPU untuk menerbitkan berita acara rekapitulasi hasil verifikasi administrasi partai politik calon peserta Pemilu 2024 sesuai dengan hasil verifikasi administrasi perbaikan terhadap dokumen persyaratan perbaikan Partai Prima.***
Artikel Terkait
Ketua Umum Prima Minta Hentikan Proses Pemilu Yang Telah Berlangsung Agar Pihaknya Bisa Berpartisipasi
Omong Kosong Pilpres: PN Jakpus & Manuver Partai Prima, partai diskualifikasi
Prima Bersedia Cabut Gugatan Soal Penundaan Pemilu Asal Partai Tersebut Jadi Peserta Pemilu 2024
Setelah Menang PN Jakarta Pusat, Partai Prima Kembali Menang Lawan KPU di Bawaslu