• Jumat, 7 Oktober 2022

Ganjar Pranowo Terus Pimpin Polling Capres 2024

- Selasa, 2 November 2021 | 12:42 WIB
Ganjar Terus Pimpin Polling Capres 2024
Ganjar Terus Pimpin Polling Capres 2024

DEPOK (eNBe Indonesia) - Sebuah survei baru dari Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) melaporkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memimpin polling.

Ini adalah survei baru lainnya yang menempatkan Ganjar di puncak jajak pendapat. LSIN melakukan survei dari 8 Oktober hingga 13 Oktober 2021. Hasil survei tersebut dirilis dalam jumpa pers virtual oleh Direktur Eksekutif LSIN Yasin Mohammad Sabtu lalu (30 Oktober).

LSIN menemukan Ganjar memimpin jajak pendapat dengan elektabilitas 25 persen dalam simulasi sepuluh nama. Di belakang Ganjar ada Anies Baswedan dan Prabowo Subianto dengan elektabilitas masing-masing 21 persen dan 13 persen.

LSIN juga menemukan Ganjar memimpin polling dalam simulasi delapan nama di mana Ganjar mencetak elektabilitas 27 persen. Elektabilitas Anies dan Prabowo dalam simulasi tersebut masing-masing sebesar 21 persen dan 14 persen.

Lagi-lagi, dalam simulasi lima nama, Ganjar memimpin jajak pendapat dengan elektabilitas 31 persen. Elektabilitas Anies dan Prabowo dalam simulasi tersebut masing-masing sebesar 24 persen dan 14 persen.

Dalam survei top of mind, LSIN juga menemukan Ganjar memimpin jajak pendapat dengan elektabilitas 18,4 persen. Anies dan Prabowo, sementara itu, tertinggal di posisi kedua dan ketiga dengan selisih tipis. Menurut LSIN, elektabilitas Anies dalam top of mind survey tersebut adalah 16,6 persen, sedangkan Prabowo 15,8 persen.

Sangat kontras dengan Ganjar, rekan separtainya Puan Maharani berakhir di dasar jajak pendapat dengan elektabilitas yang tidak signifikan. Elektabilitas Puan yang merupakan Ketua DPR dan putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hanya 1,6 persen.

Di atas Puan ada Ridwan Kamil (6,4%), Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (3,7%), Khofifah Indar Parawansa (2,1%), dan Airlangga Hartarto (1,9%).

Meski berbagai lembaga pemungutan suara menunjuk Ganjar memimpin pemungutan suara, lebih baik Ganjar menahan diri dari manuver. Apalagi Megawati pernah memberikan teguran keras dalam acara PDIP yang digelar 28 Oktober lalu.

Megawati kembali mengingatkan kader partainya akan pentingnya loyalitas. Dia meminta mereka yang tidak setia dan tidak mengikuti arahan Partai untuk mengundurkan diri daripada menunggu pemecatan.

Dia bahkan menggarisbawahi bahwa PDIP selalu memenangkan perselisihan terhadap kadernya yang diberhentikan.

Itu peringatan yang sangat keras dari Megawati. Dia telah membuat peringatan yang sama dua kali. Dalam acara virtual Partai yang digelar pada 30 September 2021, Megawati mengancam kader yang berprestasi dan pelanggar arahan partai dengan sanksi disiplin dan pemecatan.

Bahkan pada 11 Agustus 2021, Megawati bahkan mengeluarkan surat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Nomor 3134/IN/DPP/VIII/2021 yang mengingatkan para kadernya akan keputusan kongres Partai bahwa Megawati memiliki suara tertinggi atas capres dan cawapres Partai. pencalonan presiden.

Selain itu, pada 20 September, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga mengatakan, Partai akan menjatuhkan sanksi disiplin kepada kader yang menyebut capres atau kampanye pencalonan presiden atau wakil presiden.

Orang bisa mengerti mengapa Megawati mengirim peringatan yang begitu keras. Megawati, bagaimanapun, harus menjaga persatuan partainya, terutama setelah ketegangan yang memanas antara pendukung Puan dan pendukung Ganjar.

Ketegangan seperti itu tidak baik bagi PDIP karena akan menimbulkan gesekan internal. Terlepas dari ketegangan, kita semua tahu bahwa Megawati tidak menyukai mereka yang terlalu agresif dan tidak cukup sabar untuk menunggu keputusannya.

Ganjar harus mengikuti jejak Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada tahun 2014. Saat itu, Jokowi dengan sabar menunggu keputusan Megawati dan fokus pada pekerjaannya sebagai gubernur Jakarta daripada agresif bermanuver untuk kepresidenan.

Pada akhirnya, Jokowi mendapat restu Megawati dan mendapatkan nominasi PDIP untuk maju dalam pemilihan presiden 2014. Hal yang sama bisa terjadi pada Ganjar jika dia bisa bersabar dan fokus pada pekerjaannya sebagai gubernur Jawa Tengah.***

Sumber : yosefardi.com

Halaman:

Editor: Christianus Wai Mona

Tags

Terkini

Kader PPP Jakarta Dukung Ganjar Capres 2024

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Sindrom Jokowi dan Figur Alternatif Pilpres 2024

Kamis, 29 September 2022 | 20:22 WIB

Sultan Ternate Beri Gelar Kepada Presiden Jokowi

Rabu, 28 September 2022 | 13:11 WIB

Gibran Akui Terima Banyak Kritikan dari Rocky Gerung

Senin, 26 September 2022 | 16:47 WIB
X