• Jumat, 7 Oktober 2022

Menkopolhukam Minta KPU Bekerja Profesional

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:59 WIB
Ketua KPU Hasym As'ary dan Menkopolhukam Mahfud MD, KPU sebut anggaran mereka minim (dok, kolase/tangkapan layar)
Ketua KPU Hasym As'ary dan Menkopolhukam Mahfud MD, KPU sebut anggaran mereka minim (dok, kolase/tangkapan layar)

DEPOK (eNBe Indonesia) - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengingatkan jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersungguh-sungguh dan bekerja secara profesional dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

"Saudara, kepada KPU saya ingin menyampaikan pesan, anda harus sungguh sungguh bekerja, menyelenggarakan Pemilu ini dengan sebaik baiknya, dengan penuh profesionalitas; karena apapun yang Anda lakukan, itu pasti ada yang menggugat. Tidak ada Pemilu yang tidak ada gugatan. Sejak dulu terjadi seperti itu," kata Mahfud dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (2/8).

Dia juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyambut Pemilu 2024 dengan sebaik baiknya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga berharap Pemilu 2024 dapat menghasilkan anggota-anggota DPR, DPRD, DPD, presiden dan wakil presiden yang berkomitmen untuk lebih memajukan Indonesia.

Baca Juga: Terkait Penipuan Kerja di Kamboja, Perlu Lembaga Khusus Tangani Perdagangan Manusia

Dia menegaskan Pemerintah akan mengawal pemilu dengan sebaik-baiknya. Terkait persiapan Pemilu 2024, Pemerintah sudah berdiskusi dengan KPU, DPR, dan Bawaslu tentang semua hal yang diperlukan, termasuk instrumen hukum, anggaran, kelembagaan, dan penjadwalan.

"Supaya tidak ada salah paham. Misalnya, ada berita hari hari ini bahwa pemilu agak tersendat karena Pemerintah dananya lambat cair; itu tidak juga, karena sudah dibicarakan dengan KPU dan semua stakeholders. Dana yang diperlukan disediakan sepenuhnya oleh Pemerintah," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, dana yang disetujui bersama ialah sebesar Rp1,24 triliun. Pencairan dana itu akan bertahap di tahun 2022, 2023, dan 2024 karena sifatnya multilayers.

Baca Juga: Juara Nusantara Open Piala Prabowo 2022: Persib Bandung Dapat Rp1 M, Ghaosrawi Top Skor

"Cuma, kalau sekarang belum cair itu gampang, KPU tinggal membuat DIPA-nya saja. Kalau DIPAnya sudah jadi kan gampang. Kalau belum ada, DIPA belum bisa karena itu melanggar keuangan negara. Oleh sebab itu, Pemerintah menjamin hal ini. Tahun berikutnya anggaran disediakan, berikutnya lagi disediakan," katanya.

Dia juga mengatakan Pemerintah telah menyetujui usulan KPU terkait kenaikan biaya terhadap panitia, meski tidak 100 persen. Namun, terkait kegiatan operasional seperti pembangunan gedung-gedung di daerah, Pemerintah belum menyetujui hal itu, ujarnya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kader PPP Jakarta Dukung Ganjar Capres 2024

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Sindrom Jokowi dan Figur Alternatif Pilpres 2024

Kamis, 29 September 2022 | 20:22 WIB

Sultan Ternate Beri Gelar Kepada Presiden Jokowi

Rabu, 28 September 2022 | 13:11 WIB

Gibran Akui Terima Banyak Kritikan dari Rocky Gerung

Senin, 26 September 2022 | 16:47 WIB
X