• Jumat, 7 Oktober 2022

Presiden Jokowi Tegaskan Pengusutan Kasus Meninggalnya Brigadir Joshua Harus Tuntas

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 14:59 WIB
Presiden Jokowi memberikan tanggapan atas insiden penambakan Brigadir J. (Dok/BPMI Setpres)
Presiden Jokowi memberikan tanggapan atas insiden penambakan Brigadir J. (Dok/BPMI Setpres)

DEPOK (eNBe Indonesia) - Presiden RI Joko Widodo menegaskan pengusutan perkara meninggalnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J harus tuntas agar tidak merusak citra dan kepercayaan terhadap Polri di hadapan publik.

"Ungkap kebenaran apa adanya sehingga jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Itu yang paling penting, citra Polri apa pun tetap harus kita jaga," kata Presiden Joko Widodo di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dikutip Antara, Selasa (9/8).

Hingga kini penyidik baru menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J, yakni Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal (RR). Keduanya disangkakan lakukan pembunuhan berencana dari Pasal 340 juncto Pasal 338 jo. Pasal 351 ayat (3) jo. Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Baca Juga: Ketua DPRD Kota Ambon Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Mantan Walikota Ambon

"Sejak awal 'kan saya sampaikan, sejak awal saya sampaikan usut tuntas. Jangan ragu-ragu. Jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran apa adanya," tegas Presiden.

Inspektorat Khusus (Irsus) Timsus Polri dalam perkara tersebut telah memeriksa 25 personel Polri yang melanggar prosedur tidak profesional dalam menangani olah tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Dari 25 orang tersebut, empat di antaranya ditempatkan di tempat khusus, salah satunya Irjen Pol. Ferdy Sambo selama 30 hari di Mako Brimob Kelapa Dua Depok untuk pemeriksaan.

Baca Juga: Kadispenad Sebut Video Seseorang yang Mengaku Sebagai Serda Ucok Adalah Upaya Adu Domba TNI dan Polri

Tim gabungan Itsus melakukan pengawas pemeriksaan khusus terhadap Irjen Pol. Ferdy Sambo atas dugaan melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri.

Tim telah memeriksa 10 saksi dan beberapa bukti terkait dengan dugaan pelanggaran prosedur oleh Ferdy Sambo dalam penanganan TKP Duren Tiga.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo juga telah mencopot tiga perwira dari jabatannya, yaitu Irjen Pol. Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam), Brigjen Pol. Hendra Kurniawan dari jabatan Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Polri menjadi pati Yanma Polri, selanjutnya Brigjen Pol. Benny Ali dicopot dari jabatan Karo Provost Div Propam Polri menjadi pati Yanma Polri.

Baca Juga: PDIP NTT Minta Pemprov NTT Hentikan Wacana Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan kepada wartawan bahwa sudah ada tiga orang sebagai tersangka. Selain Bharada E, juga ada sopir dan ajudan Putri Chandrawathi berinisial Brigadir RR dan K.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kader PPP Jakarta Dukung Ganjar Capres 2024

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Sindrom Jokowi dan Figur Alternatif Pilpres 2024

Kamis, 29 September 2022 | 20:22 WIB

Sultan Ternate Beri Gelar Kepada Presiden Jokowi

Rabu, 28 September 2022 | 13:11 WIB

Gibran Akui Terima Banyak Kritikan dari Rocky Gerung

Senin, 26 September 2022 | 16:47 WIB
X