• Jumat, 7 Oktober 2022

KASN Klarifikasi Soal Keteribatan Dua ASN Sebagai Pengurus Nasdem di Sumba Tengah

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 16:54 WIB
Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA. (Dok. Kasn.go.id)
Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Prof. Dr. Agus Pramusinto, MDA. (Dok. Kasn.go.id)

DEPOK (eNBe Indonesia) -  Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengklarifikasi dua aparatur sipil negara (KASN) Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait keterlibatan mereka sebagai pengurus Partai NasDem.

Ketua KASN Agus Pramusinto, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan kedua ASN Sumba Tengah itu telah memberikan klarifikasi bahwa mereka bukan pengurus DPD Partai NasDem Kabupaten Sumba Tengah.

"KASN melakukan klarifikasi kepada kedua ASN terlapor pada 25 Juli 2022 bertempat di Kantor KASN, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, kedua ASN menyampaikan tidak pernah terlibat dalam politik praktis, khususnya keterlibatan dalam kepengurusan DPD Partai NasDem Sumba Tengah Periode 2022-2024, sebagaimana kabar yang selama ini beredar di masyarakat," kata Agus, seperti dikutip Antara, Jumat (12/8).

Baca Juga: Sekjen Gerindra Sebut Semua Kader Menghendaki Prabowo Maju di Pilpres 2024

Kedua ASN tersebut, yakni Sekretaris DPRD Sumba Tengah Umbu Tuang Sabarua dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumba Tengah Umbu Eda Pajangu, menandatangani surat pernyataan yang menyatakan mereka bukan merupakan pengurus partai politik setempat.

Bahkan, surat pernyataan itu ditandatangani di atas meterai, dimana mereka bersedia menerima segala konsekuensi hukum apabila pernyataannya tidak benar. KASN mengapresiasi sikap keduanya dalam membuat surat pernyataan bermeterai tersebut.

Agus menjelaskan berbagai langkah investigatif telah dilakukan oleh KASN setelah mendapatkan informasi mengenai dugaan laporan pelanggaran netralitas oleh kedua ASN tersebut.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Tunjuk Mansur Hidayat Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang

Sebelum klarifikasi, KASN telah menyampaikan surat sebanyak tiga kali kepada DPP Partai NasDem, pada 22 April 2022, 11 Mei 2022, dan 29 Juni 2022. Namun, DPP Partai NasDem masih belum sepenuhnya menjawab dugaan pelanggaran tersebut.

"Sikap kooperatif sangat diperlukan untuk membantu KASN mengurai dugaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 bahwa ASN dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik; dan jika ditemukan, maka ASN yang bersangkutan diberhentikan tidak dengan hormat sebagai ASN," tegasnya.

Oleh karena itu, klarifikasi terhadap kedua ASN terlapor itu pun dilakukan guna mengurai dugaan pelanggaran netralitas tersebut. Agus juga meminta masyarakat untuk menyampaikan kepada KASN apabila menemukan bukti baru mengenai dugaan bahwa dua ASN tersebut menjadi pengurus partai politik.

Baca Juga: Bharada Eliezer Ganti Pengacara Lagi

"Apabila masyarakat menemukan bukti baru bahwa benar kedua terlapor adalah pengurus parpol, silakan menyampaikan informasinya ke KASN," ujarnya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kader PPP Jakarta Dukung Ganjar Capres 2024

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Sindrom Jokowi dan Figur Alternatif Pilpres 2024

Kamis, 29 September 2022 | 20:22 WIB

Sultan Ternate Beri Gelar Kepada Presiden Jokowi

Rabu, 28 September 2022 | 13:11 WIB

Gibran Akui Terima Banyak Kritikan dari Rocky Gerung

Senin, 26 September 2022 | 16:47 WIB
X