• Jumat, 7 Oktober 2022

Survei Sebut "Badai" yang Menimpa Ridwan Kamil Lambungkan Elektabilitasnya

- Senin, 15 Agustus 2022 | 15:08 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Suara.com)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Suara.com)

DEPOK (eNBe Indonesia) - Pemilik lembaga survei, Cyrus Network Hasan Nasbi menuturkan "badai" yang menerpa Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil dan keluarga saat musibah hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Sungai Aere, Swiss Juni 2022 melambungkan elektabilitas dan popularitasnya.

"Publikasinya hebat, tayangan dan kontennya menyentuh. Simpati mengalir ke Ridwan Kamil. Pertanyaannya, apakah fenomena badai ini akan permanen di dua digit atau temporer saja karena masyarakat masih ikut berduka," kata Hasan Nasbi dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Antara, Senin (15/7).
 
Dalam siniarnya di youtube berjudul "Badai Ridwan Kamil", Hasan menuturkan pada Juli 2022 di tengah melambatnya kenaikan elektabilitas para tokoh, Ridwan Kamil justru mengalami peningkatan yang paling tinggi.

Baca Juga: Relawan Srikandi Ganjar Jabar Beri Pendidikan Politik Untuk Perempuan
 
"Meningkatnya eksponensial, bukan peningkatan yang biasa dicapai kandidat lainnya, yang mendapatkan itu Ridwan Kamil," kata dia.

Musibah meninggalnya Eril mengalirkan simpati dan empati publik kepada Ridwan Kamil sebagai sosok politik dan tokoh politik.
 
Dia menilai pemberitaan dan konten yang terkait dengan meninggalnya Eril, dan perjuangan Ridwan Kamil mencari Eril mengundang simpati masyarakat yang luar biasa.

Baca Juga: Alfamart Tempuh Jalur Hukum Terkait Intimidasi Karyawan di Cisauk, Tangerang
 
Sehingga Hasan menilai kenaikan ini merupakan berkah positif dari badai yang menerpa Ridwan Kamil dan keluarga saat musibah hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril di Sungai Aere, Swiss Juni lalu.
 
"Kenaikan eksponensial baik elektabilitas dan popularitas capres maupun cagub nggak pantas disebut berkah, itu badai positif," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan hasil survei terbaru Cyrus Network menunjukkan, elektabilitas Gubernur Jawa Barat tersebut mulai merangsek mendekati tiga tokoh yang menguasai papan atas Capres 2024, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Baca Juga: Komnas HAM Selidiki Dugaan Terjadinya Obstruction of Justice di Duren Tiga
 
Selain itu, namanya juga makin powerful dalam survei Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024.

Menurut dia dari sisi popularitas, sebelum Juli 2022 angka Ridwan Kamil hanya menyentuh 60 persen, sementara di akhir Juli sigi pihaknya menunjukkan popularitas Ridwan Kamil sudah di atas 80 persen.

"Elektabilitasnya itu satu digit antara 6-7 persen, Maret 2022 itu di angka 7 persen. Akhir Juli elektabilitasnya naik 100 persen menjadi 14 persen, tiba-tiba mendekati Anies Baswedan. Anies 18, Ridwan Kamil 14, beda empat angka saja," tuturnya.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Barat Bagikan 10.000 Bendera Secara Gratis

Hasil sigi positif juga terlihat dalam survei Cagub Jabar 2024 dan menurutnya pada Maret 2022, elektabilitas Ridwan Kamil untuk 10 calon gubernur Jabar sudah terpantau powerful di angka 54 persen.

Namun pada akhir Juli, angkanya naik 10 persen menjadi 64 persen dan kenaikan 10 poin itu merupakan hal yang luar biasa.

Dia mengatakan di kalangan lembaga survei ada dua kemungkinan atas fenomena ini, pertama elektabilitas dan popularitas Ridwan Kamil akan kembali beringsut ke single digit, kedua angka yang dicapai dalam survei terakhir ini akan bertahan.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Barat Bagikan 10.000 Bendera Secara Gratis
 
"Sekali sudah naik maka akan stay di sana seperti Anies di atas angka dua digit, itu akan kita buktikan apakah badai Ridwan Kamil dalam arti positif ini pada survei September atau Oktober," katanya.
 
Dari sigi Cyrus Network untuk empat capres dengan elektabilitas tertinggi tergambar Ridwan Kamil pada Desember 2021 angkanya berada di 5,3 persen, kemudian Maret 2022 menjadi 7,2 persen dan Juli 2022 sampai di 14 persen.
 
Sementara di atasnya Ganjar Pranowo pada Desember 2021 di angka 25 persen, Maret 2022 menjadi 27 persen, kemudian anjlok pada Juli 2022 menjadi 24, 6 persen.

Baca Juga: Ribuan Umat Katolik Manggarai Ikuti Prosesi Akbar Maria Assumpta dalam Festival Golo Koe
 
Sementara Prabowo Subianto di Desember 2021 ada di 27,5 persen, Maret 2022 turun ke 27 persen dan pada Juli 2022 turun lagi ke 24,6 persen.
 
Kemudian Anies Baswedan dari Desember 2021 16 persen, pada Maret 2022 turun ke 11,8 persen, dan naik lagi pada Juli 2022 menjadi 18.2 persen.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kader PPP Jakarta Dukung Ganjar Capres 2024

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:03 WIB

Sindrom Jokowi dan Figur Alternatif Pilpres 2024

Kamis, 29 September 2022 | 20:22 WIB

Sultan Ternate Beri Gelar Kepada Presiden Jokowi

Rabu, 28 September 2022 | 13:11 WIB

Gibran Akui Terima Banyak Kritikan dari Rocky Gerung

Senin, 26 September 2022 | 16:47 WIB
X