• Kamis, 8 Desember 2022

Dinamika Pilpres 2024: Nasdem Surya Paloh, Anies, Gibran (2)

- Senin, 21 November 2022 | 08:13 WIB
Momen Anies dan Gibran sarapan bersama di Solo membuat Partai Demokrat gerah
Momen Anies dan Gibran sarapan bersama di Solo membuat Partai Demokrat gerah


DEPOK (eNBe Indonesia) - Partai Nasdem, partai politik yang dipimpin maestro media Surya Paloh, angkat bicara soal gagasan menyandingkan calon presidennya, Anies Baswedan, dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo.

Anies, seperti kita ketahui, berkunjung ke Solo beberapa hari lalu untuk bertemu dengan Gibran.

Adalah Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali, yang menyinggung ide menjodohkan Anies dengan Gibran. Ali menyebut Gibran memenuhi syarat untuk menjadi cawapres Anies.

Hal itu diungkapkan Ali sesaat setelah Anies bertemu dengan Gibran di Solo. Pada 15 November, Anies dan Gibran melakukan breakfast meeting di Hotel Novotel.

Baca Juga: GOTO: Too Big To Fail?

Selanjutnya mereka menghadiri acara Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi di Masjid Ar Riyadh dekat pasar tradisional Pasar Kliwon.

Gibran memposting foto pertemuan sarapannya dengan Anies di Hotel Novotel di akun Twitter pribadinya.

Menariknya, beberapa jam kemudian, Gibran memposting foto lain pertemuan makan siangnya dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di sebuah warung makan lokal kecil di Solo, dan dia menambahkan caption di postingan tersebut dengan mengatakan, “rasanya lebih enak makan di warung makan kecil seperti ini”.

Melihat postingan Gibran di Twitter, sepertinya Wali Kota lebih dekat dengan Ganjar daripada Anies, tidak mengherankan mengingat kedekatan Ganjar dengan Presiden Jokowi. Gibran juga tampaknya tak berminat menjadi cawapres Anies, tapi belum ada yang tahu pasti.

Baca Juga: FIFA: 2,95 Juta Tiket Piala Dunia Habis Terjual

Sebelum soal pasangan Anies-Gibran, Ahmad Ali sempat menyinggung soal pasangan Anies dengan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Luhut yang dikenal luas sebagai tangan kanan Presiden Jokowi menolak gagasan tersebut. Luhut menyatakan tugasnya akan selesai pada 2024.

Terlepas dari tanggapan Gibran dan Luhut, bisa dimaklumi mengapa Nasdem mencetuskan ide menyandingkan Gibran atau Luhut dengan Anies. Kelihatannya, mereka sudah cukup nekad untuk mendapatkan restu dari Presiden Jokowi.

Seperti kita ketahui, hubungan antara Partai Nasdem Paloh dan Presiden memburuk setelah mereka mengumumkan Anies sebagai calon presiden pada Pilpres 2024. Parahnya lagi, salah satu tokoh kunci Nasdem menyebut Anies adalah antitesis dari Jokowi.

Baca Juga: Piala Dunia 2022: Qatar Tuan Rumah Pertama yang Kalah di Laga Perdana

Apalagi, Jokowi tidak menghadiri acara HUT Partai Nasdem yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) pada 11 November 2022. Padahal,

Presiden selalu menghadiri acara HUT Nasdem pada tahun-tahun sebelumnya. Paloh sendiri mengaku Presiden belum mengucapkan selamat ulang tahun Partainya.

Gagasan menjodohkan Gibran atau Luhut dengan Anies mendapat tanggapan negatif dari Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, salah satu calon mitra koalisi Nasdem.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat mengingatkan Nasdem soal pembicaraannya dengan Partai Demokrat dan PKS untuk membentuk koalisi pada Pilkada 2024.

Baca Juga: SMAK SJB Wolosambi Cup 3: Dewi Fortuna Dukung Hoga Toda, Maukeli FC Jadi Ikon Sutra Alam

Bisa dipahami mengapa Partai Demokrat geram dengan manuver Nasdem mendekati Gibran dan Luhut. Partai Demokrat, seperti kita ketahui bersama, sedang mengincar posisi cawapres Anies untuk ketua umum partainya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra sulung SBY.

Jika ada, itu bisa mematahkan potensi koalisi Nasdem dengan Partai Demokrat. Tanpa Partai Demokrat, Nasdem tidak akan bisa memberikan tiket kepada Anies.

Belum lagi Nasdem bisa jadi juga tidak mendapat restu dari Jokowi atas pencalonan Anies. Jadi, mari kita lihat apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.***

Sumber : yosefardi.com

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

AHY Optimis Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:04 WIB

Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU KUHP Menjadi UU

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:45 WIB

Ketua Partai Demokrat AHY Berkunjung ke NTT

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:31 WIB

Kelompok Bersenjata di Nigeria Culik 60 Warga

Jumat, 25 November 2022 | 10:09 WIB

Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia ke-10

Kamis, 24 November 2022 | 15:25 WIB
X