• Kamis, 8 Desember 2022

Dinamika Pilpres 2024: Prabowo-Ganjar ?

- Rabu, 23 November 2022 | 09:12 WIB
Prabowo dan Ganjar
Prabowo dan Ganjar


DEPOK (eNBe Indonesia) - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar geram dengan isu yang menyebut Prabowo Subianto dijodohkan dengan Ganjar Pranowo. Imin menyatakan akan membentuk koalisi lain jika rumor itu benar.

Belum jelas dari mana rumor pasangan Prabowo-Ganjar itu berasal. Namun, kemarahan Imin bisa jadi merupakan indikasi bahwa ia mendengar rumor tersebut dari sumber terpercaya.

Pada artikel sebelumnya bulan lalu, kami juga sempat menyinggung soal kemungkinan pasangan Prabowo-Ganjar. Itu mungkin terjadi jika Prabowo bisa mencapai kesepakatan dengan Megawati Soekarnoputri, ketua partai berkuasa PDIP, dan juga Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Pertanyaannya, di antara Prabowo dan Ganjar, siapa yang akan menjadi capres dan siapa yang akan menjadi cawapres? Jika Prabowo menjadi capres dan Ganjar menjadi cawapresnya, PDIP bisa saja meminta purnawirawan jenderal bintang tiga itu menjabat satu periode saja. Dengan demikian, hal itu akan membuka jalan bagi Ganjar untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada 2029.

Baca Juga: Pemerintah Perbolehkan Lansia Terima Booster Kedua, Berikut Daftar Kombinasi Yang Tersedia

Prabowo, bagaimanapun, akan terlalu tua pada tahun 2029. Dia sekarang berusia 71 tahun, dan dia akan berusia 73 tahun pada tahun 2024. Pada tahun 2029, Prabowo akan berusia 78 tahun. Terlepas dari usianya, Prabowo mungkin tergoda untuk mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua setelah menjadi Presiden.

Sebaliknya, jika Ganjar menjadi capres dan Prabowo menjadi cawapresnya, pasangan ini akan lebih diminati pemilih. Kembali pada pemilu 2014, Jokowi mencalonkan diri bersama Jusuf Kalla dan pasangan tersebut memenangkan pemilu.

Jokowi saat itu berusia 53 tahun, sedangkan Kalla 72 tahun. Namun, masih menjadi pertanyaan apakah Prabowo bersedia mencalonkan diri sebagai cawapres. Jika bukan Ganjar, Prabowo mungkin akan berpasangan dengan Puan Maharani, putri Megawati.

Memasangkan Prabowo dengan Ganjar mungkin menggiurkan karena keduanya merupakan dua unggulan di berbagai pilpres. Namun, ada yang menilai opsi terbaik bagi PDIP jika Partai ingin mendukung Ganjar adalah memasangkan Gubernur dengan gubernur lain seperti Ridwan Kamil atau Khofifah Indar Parawansa, bukan Prabowo.

Baca Juga: Gempa Cianjur Hancurkan Puluhan Sekolah, Dinas Pendidikan Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Berjalan

Adapun Imin, peringkat polingnya mungkin buruk dan tidak signifikan, tetapi PKB adalah partai politik terbesar kelima di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan dalam koalisi pemerintahan Presiden Jokowi.

Di DPR, PKB menguasai 58 dari 575 kursi atau sekitar 10,1 persen. PKB, apalagi, sangat berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), ormas Islam terbesar di Indonesia.

Karena itu, Imin dan PKB-nya memiliki posisi tawar dengan pihak lain. Jika koalisi PKB bubar, Imin bisa membawa PKB berkoalisi baru dengan partai lain. Misalnya, dia bisa membawa PKB untuk bergabung dalam koalisi potensial Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan PKS dan Partai Nasdem. Imin dan PKB-nya juga bisa bergabung dalam koalisi Partai Golkar dengan PPP dan PAN.

Baca Juga: Presiden Jokowi Terima Telephone Dari Sahabatnya Presiden EUA, Sampaikan Belasungkawa Gempa Cianjur

Pilihan lain bagi Imin adalah meninjau kembali gagasan sebelumnya untuk berkoalisi dengan partai-partai Islam lainnya. Meskipun, tampaknya gagasan koalisi Islam tidak menarik bahkan bagi partai-partai Islam.

Bahkan sebelum ke sana, Imin butuh 'clear' dari dugaan korupsi karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana meninjau kembali kasus yang menjerat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat Imin menjadi menteri di bawah pemerintahan SBY.***

Sumber : yosefardi.com

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

AHY Optimis Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:04 WIB

Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU KUHP Menjadi UU

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:45 WIB

Ketua Partai Demokrat AHY Berkunjung ke NTT

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:31 WIB

Kelompok Bersenjata di Nigeria Culik 60 Warga

Jumat, 25 November 2022 | 10:09 WIB

Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia ke-10

Kamis, 24 November 2022 | 15:25 WIB
X