• Kamis, 8 Desember 2022

Dinamika Pilpres 2024: Ganjar Menang Suara Mayoritas di Konvensi Musra, Relawan Jokowi

- Jumat, 25 November 2022 | 08:38 WIB
ganjar pranowo
ganjar pranowo


DEPOK (eNBe Indonesia) - Ganjar Pranowo memenangkan suara mayoritas dalam konvensi Musyawarah Rakyat (Musra), yang diadakan oleh kelompok relawan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, di provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam konvensi serupa di Banten, Ganjar tertinggal tipis dari Airlangga Hartarto. Provinsi Banten dan Makassar dikenal sebagai kubu Prabowo Subianto.

Hasil Musra yang digelar di Banten dan Makassar terungkap dalam jumpa pers, Rabu (23/11/22). Dalam jumpa pers, Budi Arie Setiadi mengatakan Ganjar meraih suara terbanyak di Sulsel dengan 26,59 persen.

Di belakang Ganjar adalah Prabowo (17,62%), Airlangga (15,65%), Sandiaga Uno (11,31%), dan Mahfud MD (8,86%). Sedangkan Anies Baswedan hanya mendapat 5,35 persen.

Sementara di Banten, Ganjar menempati posisi kedua dengan perolehan suara 16,36 persen. Gubernur Jawa Tengah ini tertinggal di belakang Airlangga dengan 18,84 persen.

Namun, perolehan suara yang dihimpun Ganjar di Banten berada di atas Prabowo yang berakhir di posisi ketiga dengan perolehan 15,82 persen.

Di luar tiga besar adalah Mahfud MD (12,50%), Sandiaga Uno (12,06%), Erick Thohir (5,50%), dan Ridwan Kamil (4,81%). Sedangkan Anies hanya mengumpulkan 4,49 persen suara.

Hasil ini menarik karena Banten dan Sulawesi Selatan dikenal sebagai rumah pendukung Prabowo. Di Banten, Prabowo dua kali mengalahkan Jokowi dalam dua pemilihan presiden terakhir.

Pada 2019, Prabowo meraup 4,05 juta suara di Banten, naik signifikan dari 3,19 juta suara yang diraihnya pada 2014. Sedangkan Jokowi mengumpulkan 2,53 juta suara di Banten pada 2019, naik tipis dari 2,39 juta suara yang ia kumpulkan pada 2014.

Di Sulawesi Selatan, Prabowo kalahkan Jokowi di Pilkada 2019. Saat itu, Prabowo mendapatkan 2,80 juta suara, sementara Jokowi mengumpulkan 2,11 juta. Itulah mengapa mengejutkan melihat Prabowo tidak memenangkan suara terbanyak dalam Musra yang diadakan di kedua provinsi tersebut.

Namun perlu dicatat bahwa Musra diselenggarakan oleh kelompok relawan Jokowi, sehingga kemungkinan besar hasilnya tidak mewakili seluruh pemilih di Provinsi Banten dan Sulawesi Selatan. Jelas, sebagian besar, jika tidak semua, yang memberikan suaranya di Musra adalah pendukung Jokowi.

Perlu juga disebutkan bahwa Prabowo memenangkan konvensi serupa yang diadakan oleh kelompok relawan Jokowi di provinsi Sumatera Barat, dengan memperoleh 21,65 persen suara. Mengikuti Prabowo adalah Sandiaga Uno (18,33%) dan Ganjar Pranowo (15,33%).

Sedangkan Anies Baswedan berada di urutan keempat dengan hanya 9,34 persen. Sumatera Barat dikenal sebagai kubu Prabowo lainnya. Dia mengalahkan Jokowi di Sumatera Barat dalam dua pemilihan presiden terakhir.

Selain Musra, dukungan lain untuk Ganjar datang dari partai Islam PPP, anggota koalisi Jokowi yang berkuasa.

Menurut Mardiono, Plt Ketua Umum PPP, sekitar 14 provinsi dari Partainya memberikan dukungan kepada Ganjar untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden 2024.

Mardiono, mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menyampaikan pernyataan itu, Rabu (23/11/22), di Istana Negara Jakarta.

Namun Mardiono mengatakan, PPP belum mengambil keputusan akhir dan masih dalam proses. Ia akan memberikan update dalam pertemuan koalisi KIB berikutnya, koalisi yang dibentuk PPP bersama Golkar dan PAN.

Kita tahu, sebagian anggota PPP malah mendukung Anies. Pada September 2022 lalu, misalnya, PPP Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungannya kepada Anies untuk menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.

Dukungan lain untuk Anies juga datang dari beberapa anggota PAN yang disebut Relawan Amanat Indonesia.

Kelompok relawan ini menyatakan dukungannya kepada Anies dalam jumpa pers yang digelar di Kemang, Jakarta Selatan kemarin. Padahal, kita juga tahu beberapa provinsi PAN seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan Selatan telah memberikan dukungannya pada Ganjar.

Kita bisa melihat bahwa pendukung partai-partai ini masih terbelah di akar rumput. Jadi, tantangannya adalah apakah mereka dapat mengonsolidasikan sebagian besar pendukung mereka di akar rumput untuk mengikuti keputusan mereka tentang siapa yang harus didukung pada balapan 2024. Jika tidak, dukungan mereka hanya akan menjadi cek kosong.***

Sumber : yosefardi.com

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

AHY Optimis Indonesia Bisa Menjadi Negara Maju

Rabu, 7 Desember 2022 | 12:04 WIB

Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU KUHP Menjadi UU

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:45 WIB

Ketua Partai Demokrat AHY Berkunjung ke NTT

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:31 WIB

Kelompok Bersenjata di Nigeria Culik 60 Warga

Jumat, 25 November 2022 | 10:09 WIB

Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia ke-10

Kamis, 24 November 2022 | 15:25 WIB
X