Omong Kosong Pilpres: Erick akan mendapat restu menjadi cawapres Ganjar ?

- Kamis, 19 Januari 2023 | 08:05 WIB
Ganjar Pranowo (kanan) & Erick Thohir (kiri)
Ganjar Pranowo (kanan) & Erick Thohir (kiri)


DEPOK (eNBe Indonesia) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir sangat sibuk dalam beberapa hari terakhir. Senin (16/1), Erick mendampingi Presiden kelima Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum Partai PDIP saat berkunjung ke Bali.

Erick kemudian bertemu dengan Ganjar Pranowo yang dianggap sebagai capres paling potensial dari PDIP saat pembukaan pesta olahraga Nahdlatul Ulama (NU) di Solo, Jawa Tengah.

Di Bali, Erick mendampingi Megawati meninjau pembangunan kawasan ekonomi khusus dan kesehatan di Sanur. Mereka menilai perkembangan rumah sakit internasional.

Ada juga tokoh lain yang mendampingi Megawati dalam kunjungannya, antara lain putrinya Puan Maharani, Ketua DPR; Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP; dan Wayan Koster, Gubernur Bali dan politisi PDIP.

Baca Juga: Natal Umat Kristiani: 'Taat Kepada Allah Membawa Damai Sejahtera di Kota Depok'

Dari Bali, Erick berangkat ke Langkat, Sumatera Utara, sesuai undangan Ketua PAN Zulkifli Hasan. Zulkifli yang juga Menteri Perdagangan mengundang Erick untuk menghadiri peringatan HUT ke-273 Kabupaten Langkat bersama Plt Bupati Langkat Syah Afandin. Patut dicatat bahwa Syah Afandin adalah politisi PAN.

Dari Langkat, Erick berangkat ke Solo untuk menghadiri pembukaan pesta olahraga NU pada Senin malam. Ganjar juga hadir dalam acara NU tersebut. Baik Erick maupun Ganjar diberi kehormatan untuk membuka secara resmi acara tersebut bersama KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU.

Tak heran jika Erick ikut menemani Megawati dan menghadiri acara NU. Dia sudah beberapa lama mendekati PDIP dan NU. Pada Juni dan Juli 2022, Erick juga mendampingi Megawati melihat hasil akhir renovasi gedung bersejarah Sarinah di Jakarta Pusat.

Apalagi, pada 2021 silam, Erick dinobatkan sebagai 'anggota kehormatan' Banser, organisasi sayap pemuda NU.

Baca Juga: KPU NTT Sebut Delapan Bakal Calon DPD Lolos Verifikasi Administrasi

Pada tahun yang sama, Erick menunjuk Said Aqil Siraaj, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum NU, sebagai Komisaris Independen PT Kereta Api Indonesia.

Dia juga menunjuk Rahmat Hidayat Pulungan, eksekutif GP Ansor (organisasi induk Banser), sebagai komisaris independen Kimia Farma (KAEF).

Kita semua tahu bahwa PDIP dan NU adalah salah satu pendukung terbesar Jokowi dalam dua pemilihan presiden (pilpres) terakhir. Jadi, bisa dipahami mengapa Erick menjangkau baik PDIP maupun NU.

Meski demikian, masih terlalu dini untuk mengatakan Erick akan mendapat restu menjadi cawapres Ganjar karena Ganjar sendiri belum mendapatkan pencalonan dari PDIP.

Meski begitu, manuver Erick masih layak dipantau. Kesempatan besar bagi Erick untuk mendapatkan posisi running mate di pilpres 2024.

Baca Juga: Eliezer Dituntut 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Sebut Lukai Rasa Keadilan

Dengan posisinya sebagai Menteri BUMN yang dianggap sebagai salah satu portofolio terkuat di kabinet, ia mampu menjamu berbagai pihak secara langsung maupun tidak langsung.

Belum lagi Erick yang tampil sebagai salah satu menteri kepercayaan Jokowi. Namun, Erick harus berhati-hati bahwa kemungkinan ancamannya juga tidak kecil.

Pendahulunya, Dahlan Iskan, menjadi sasaran berbagai penyelidikan. Dahlan yang memenangkan konvensi presiden yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat, akhirnya gagal masuk dalam pemilihan presiden 2014.

Hal yang sama bisa terjadi pada Erick jika tidak belajar dari kesalahan Dahlan. Tapi ini bisa jadi hanya omong kosong Pilres 2024.***

Sumber : yosefardi.com

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

Sandi Tegaskan Hadir di Acara PPP Sebagai Menteri

Senin, 23 Januari 2023 | 16:12 WIB
X