KUPANG (eNBe Indonesia) - Kepolisian Resor Kupang, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatakan bahwa sistem buka tutup jalur sementara di jalan Trans Pulau Timor yang putus akibat fenomena bukit berpindah alias longsor, dilakukan sambil melihat kondisi cuaca seperti hujan di lokasi.
"Kalau misalnya hujan, tentu kita akan tutup dan kendaraan tak boleh melintas melalui jalur alternatif di jalan utama yang tertutup longsor karena sangat membahayakan," kata Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto saat dihubungi, dikutip Antara, Rabu (22/2).
Hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan pembukaan jalur alternatif bagi kendaraan yang akan melintas baik dari arah kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menuju Kota Kupang maupun dari arah Kota Kupang menuju TTS.
Baca Juga: Rabu Abu: Merayakan 'Dosa Menuju Pertobatan', tidak cukup doa saja
Orang nomor satu di Polres Kupang itu mengatakan bahwa penerapan buka tutup jalur bagi pengendara bermotor itu demi keselamatan.
Dia mengatakan bahwa pada Selasa (21/2) sore kemarin, jalur alternatif yang biasa digunakan untuk melintas oleh pengendara bermotor baik roda dua dan roda empat terpaksa ditutup dari kedua arah, karena hujan.
"Hujan sudah terjadi sejak sore sampai malam hari di lokasi, sehingga demi keselamatan pengendara bermotor anggota di lokasi saya perintahkan untuk tutup semua jalur," katanya.
Baca Juga: Banding Ditolak Pengadilan Spanyol, Dani Alves Tetap Dipenjara
Pasalnya kontur tanahnya yang lembek dan licin bisa berbahaya bagi kendaraan yang melintasi jalur itu.
"Beberapa hari lalu juga ada kendaraan yang tertanam di lokasi jalur alternatif karena paksa untuk melintas, akhirnya karena sudah malam, dan petugas operator sudah istirahat akhir besoknya baru kita tarik kembali," ujar dia.
Dia juga mengatakan tidak akan melarang kendaraan melintas jika lokasi tanahnya keras dan tak licin. Namun jika sebaliknya sudah pasti pihaknya tak akan membuka jalur itu.
Baca Juga: Liga Champions: Napoli Bekuk Sepuluh Pemain Eintracht Frankfurt
Masyarakat yang melintas juga diharapkan mengerti dengan kondisi jalan dan cuaca di jalur lokasi.
Hingga saat ini, tambah dia, proses pembukaan jalan alternatif baru yang bisa digunakan oleh seluruh kendaraan bermotor mulai dari roda dua, roda empat dan enam ke atas sedang dikerjakan.
Namun kendala yang dihadapi dan butuh waktu lama, adalah karena cuaca buruk seperti hujan yang terus mengguyur lokasi itu.***
Artikel Terkait
Fenomena Bukit Berpindah di Takari, Pulau Timor, NTT
Bukit Berpindah di Takari Tutup Akses Jalan, Warga Memilih Bepergian Lewat Laut
Bukit Berpindah Tutup Jalan Trans Timor, Pemprov NTT Segera Siapkan Jalur Alternatif
BPJN Tegaskan Bahwa Fenomena Bukit Berpindah di Pulau Timor Murni Longsor