• Senin, 24 Januari 2022

4 Warga Kotabaru Meninggal Dunia Akibat Terdampak Pergerakan Tanah

- Selasa, 30 November 2021 | 22:10 WIB
Sebanyak empat warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Senin (29/11). (Humas BNPB.)
Sebanyak empat warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Senin (29/11). (Humas BNPB.)

JAKARTA (eNBe Indonesia) -- Sebanyak empat warga Desa Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat terdampak pergerakan tanah yang terjadi pada Senin (29/11).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan bahwa fenomena pergerakan tanah itu terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Pendataan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan per Selasa (30/11) pukul 19.15 WIB, sebanyak 125 warga terpaksa harus mengungsi di Kantor Desa Maradapan, setelah 32 rumah yang mereka tinggali mengalami kerusakan akibat terdampak pergerakan tanah.

Baca Juga: Erupsi Gunung Api Bawah Laut, 9 Desa di Lembata Waspada Tsunami

Sebagai upaya percepatan penanganan pergerakan tanah, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, Tagana, lintas instansi terkait, media dan relawan telah berangkat menuju lokasi kejadian menggunakan kapal milik TNI AL dari Lanal Kotabaru.

Pada operasi itu, Tim gabungan juga membawa bantuan logistik dan peralatan yang dibutuhkan untuk kaji cepat, pendataan, evakuasi dan penanganan lebih lanjut.

Adapun dalam upaya penanganan itu terdapat kendala yakni terbatasnya sinyal telekomunikasi dan akses untuk menuju lokasi hanya dapat ditempuh melalui transportasi air dengan memakan waktu kurang lebih 7 sampai 13 jam.

Baca Juga: Begini Kronologi Penemuan Jasad dan Perjalanan Kasus Ibu dan Bayi di Kupang

Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, BPBD Kalimantan Selatan mengimbau kepada warga terdampak untuk tidak kembali ke rumah masing-masing, mengingat kondisi di lokasi tersebut masih berpotensi terjadi pergerakan tanah susulan.

Halaman:

Editor: Denis DH

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Positif Covid Kembali Muncul di Nagekeo

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:41 WIB

Longsoran Tanah Kembali Menutupi Bagian Jalan di Ende

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:46 WIB

Tanah Longsor Terjadi di Kawasan Tenau Kupang

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:05 WIB

Keresahan Warga Ngalupolo

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:10 WIB

Penderita DBD di Sikka Capai 50 Kasus

Senin, 17 Januari 2022 | 14:19 WIB
X