• Senin, 24 Januari 2022

Asita prihatin wisatawan di Labuan Bajo ditelantarkan agen ilegal

- Jumat, 14 Januari 2022 | 09:55 WIB
Asita prihatin wisatawan di Labuan Bajo ditelantarkan agen ilegal
Asita prihatin wisatawan di Labuan Bajo ditelantarkan agen ilegal


KUPANG (eNBe Indonesia) - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mengaku prihatin atas sejumlah wisatawan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, ditelantarkan oleh agen operator tur ilegal.

"Kami prihatin dengan keadaan (wisatawan ditelantarkan) tersebut. Fenomena miris ini sebenarnya sudah lama berlangsung dan cukup sering terjadi," katanya ketika dihubungi Antara di Kupang, Kamis (13/1).

Ia mengatakan hal itu menanggapi peristiwa sejumlah wisatawan domestik yang ditelantarkan oleh agen operator tur Cakrawala Traveller yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Komisi III : Hukuman Mati Buat Jera Predator Seksual

Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat melaporkan telah memberikan sanksi berupa larangan menjual paket wisata Labuan Bajo selama 1 tahun bagi agen tur Cakrawala Traveller.

Sanksi diberikan menyusul adanya penelantaran terhadap sejumlah wisatawan, dan setelah ditelusuri diketahui bahwa agen travel tersebut ternyata beroperasi secara ilegal di Labuan Bajo karena belum mengantongi izin operasi berupa Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Abed Frans mendukung pemberian sanksi tersebut untuk mencegah operator tur yang ilegal beroperasi di Labuan Bajo yang telah dikembangkan sebagai destinasi wisata super premium dengan destinasi unggulan Taman Nasional Komodo.

Baca Juga: Lion Air Buka Kembali Rute Penerbangan Bali-Jogya (PP) Mulai Rp490 Ribu

Ia mengatakan fenomena seperti ini sudah sering terjadi sehingga ia menekankan adanya langkah penanganan secara bersama-sama yang melibatkan pelaku pariwisata atau asosiasi dengan pemerintah kabupaten setempat.

Pelaku wisata atau asosiasi, kata dia tidak dapat bekerja sendiri jika Pemkab setempat juga tidak aktif dalam penertiban agen-agen liar atau bahkan fiktif.

Sebaliknya, pemkab pun sebenarnya tidak dapat melakukan penertiban sendiri karena data-data agen ataupun pemandu wisata resmi ada pada asosiasi pariwisata masing-masing.

"Jadi perlu kerja kolaboratif untuk menangani persoalan seperti ini termasuk mencegah agar tidak muncul lagi di kemudian hari," katanya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Tags

Terkini

Kasus Positif Covid Kembali Muncul di Nagekeo

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:41 WIB

Longsoran Tanah Kembali Menutupi Bagian Jalan di Ende

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:46 WIB

Tanah Longsor Terjadi di Kawasan Tenau Kupang

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:05 WIB

Keresahan Warga Ngalupolo

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:10 WIB

Penderita DBD di Sikka Capai 50 Kasus

Senin, 17 Januari 2022 | 14:19 WIB
X