• Senin, 24 Januari 2022

Bupati Nagekeo akan Hukum Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19

- Jumat, 14 Januari 2022 | 11:18 WIB
Bupati Nagekeo akan Hukum Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19
Bupati Nagekeo akan Hukum Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19


DEPOK (eNBe Indonesia) - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, menegaskan bahwa Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do telah memerintahkan Satgas untuk mempercepat vaksinasi.

Terhadap warga yang tidak menerima vaksinasi tanpa alasan mendasar, pemerintah akan memberi sanksi dan tindakan hukum sesuai ketentuan berlaku.

Dalam talkshow dengan Radio Suara Nagekeo (RSN) hari ini (14/1/2022), Silvester mengatakan pencapaian vaksinasi Covid-19 di kabupaten Nagekeo tergolong rendah, baru mencapai 66,29% (data manual) untuk dosis pertama, dan 38,38% untuk dosis kedua.

Baca Juga: 5 Mobil dan 1 Sepeda Motor Terlibat Tabrakan Beruntun di Kota Kupang, 13 Korban Luka-Luka

Sementara untuk menerima dosis ketiga (booster), pencapaian vaksinasi dosis pertama minimal mencapai 60% dan dosisi kedua minimal 70%.

"Tadi malam (Kamis), Bupati Nagekeo dan unsur Forkopinda gelar rapat terbatas dan menghasilkan keputusan dan perintah untuk Satgas, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, desa, terkait bagaimana upaya percepat vaksinasi kepada warga, harus dipacu untuk capai herd community (kekebalan komunal)," papar Silvester.

Dia melanjutkan, pemerintah Nagekeo menerapkan secara tegas Perpres 14 tahun 2021 terkait wajib vaksinasi. "Ada sanksi untuk perlu diketahui bersama, tindakan sanski administratif yakni dihentikannya pelayanan jaminan sosial, bantuan sosial, pelayanan administrasi kepemerintahan, denda, dan tindakan hukum sesuai ketentuan berlaku."

Baca Juga: Asita prihatin wisatawan di Labuan Bajo ditelantarkan agen ilegal

Maka itu, Silvester meminta seluruh warga datang ke lokasi vaksinasi. Setiap warga yang sudah ditetapkan atau didata sebagai sasaran vaksinasi, wajib vaksinasi kecuali yang tidak memenuhi persyaratan. "Warga tidak punya alasan untuk tidak vaksinasi, kecualai ada alasan mendasar dari tim vaksinator."

Tim Satgas, kata Silvester, akan menyasar lokasi-lokasi keramaian seperti pasar. Dan warga wajib membawa kartu vaksin ke pasar. "Jika tidak, petugas akan jemput dan antar warga tanpa kartu vaksi ke tempat vaksinasi terdekat," pungkasnya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Positif Covid Kembali Muncul di Nagekeo

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:41 WIB

Longsoran Tanah Kembali Menutupi Bagian Jalan di Ende

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:46 WIB

Tanah Longsor Terjadi di Kawasan Tenau Kupang

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:05 WIB

Keresahan Warga Ngalupolo

Rabu, 19 Januari 2022 | 18:10 WIB

Penderita DBD di Sikka Capai 50 Kasus

Senin, 17 Januari 2022 | 14:19 WIB
X