• Minggu, 3 Juli 2022

BMKG Catat Dalam Seminggu Terjadi 93 Kali Gempa di Pulau Sumba

- Jumat, 6 Mei 2022 | 16:53 WIB
Ilustrasi Gempa. (Dok. Hallo Media/M. Rifa'i Azhari)
Ilustrasi Gempa. (Dok. Hallo Media/M. Rifa'i Azhari)

KUPANG (eNBe Indonesia) - Stasiun Geofisika Sumba Timur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 93 kali kejadian gempa bumi terjadi di wilayah Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dalam sepekan, yakni dari 29 April-5 Mei 2022.

"Peristiwa gempa bumi ini didominasi berkekuatan lebih kecil atau sama dengan magnitudo (M) 3 sebanyak 77 kali atau 82 persen dari total peristiwa," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Sumba Timur, Kustoro Hariyatmoko dalam keterangannya dikutip Antara, Jumat (6/5).

Ia menjelaskan gempa bumi berkekuatan antara magnitudo 3-5 sebanyak 18 kali atau 17,2 persen dari total kejadian.

Baca Juga: Penganiaya Wartawan di Kupang Ditangkap di Kalimantan Timur

Sementara berdasarkan kedalaman, pusat gempa bumi kurang dari 60 km sebanyak 73 kejadian dan lebih dari 60 km sebanyak 16 kejadian.

Arief Tyastama mengatakan, Pulau Sumba sering diguncang gempa bumi karena berada pada batas dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Bahkan pada 19 Agustus 1977, wilayah Pulau Sumba bagian selatan pernah dihantam gelombang tsunami yang dipicu gempa bumi berkekuatan 7 SR.

Baca Juga: Penganiaya Wartawan di Kupang Ditangkap Polisi

Ia mengatakan dengan intensitas gempa bumi yang cukup tinggi di Pulau Sumba maka masyarakat diharapkan terus waspada terutama ketika terjadi gempa bumi yang berkekuatan besar.

"Masyarakat perlu terus siaga agar dampak gempa bumi bisa diminimalisir sehingga tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG sebagai sumber yang terpercaya sehingga dapat melakukan upaya mitigasi dampak bencana secara baik.

Baca Juga: Pengamat Sebut Kasus Ade Yasin Akan Membuat PPP Tak Penuhi PT 4 Persen

"Jangan terpengaruh dengan informasi gempa bumi dari sumber yang tidak dipertanggungjawabkan terutama yang beredar di media sosial," demikian Kustoro HariyatmokoKustoro.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BAKTI berupaya tuntaskan pembangunan BTS di NTT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:14 WIB

Bupati Ende Djafar Ahmad: Terima Kasih Bank NTT

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:52 WIB

Kasus Covid di Jakarta Terus Naik

Rabu, 15 Juni 2022 | 15:16 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Hujan Seharian

Rabu, 15 Juni 2022 | 10:47 WIB

Banjir Rob Ancam Jakarta

Senin, 13 Juni 2022 | 17:13 WIB
X