• Minggu, 3 Juli 2022

Canangkan Program Pengembangbiakan 10 Ribu Ekor Babi di Flores, YPF Buka Loker bagi Dokter Hewan

- Senin, 16 Mei 2022 | 21:26 WIB
Gusti Sarifin
Gusti Sarifin


RUTENG (eNBe Indonesia) - Dalam upaya mendongkrak perekonomian masyarakat di satu sisi, dan memanfaatkan lahan tidur di sisi lain, Yayasan Peduli Foundation (YPF) mencanangkan program pengembangbiakan10.000 ekor babi bersama warga masyarakat di Pulau Flores.

Berkenaan dengan program tersebut, YPF membuka lowongan kerja (loker) yang seluas-luasnya bagi dokter hewan yang hingga kini belum memiliki pekerjaan, untuk bergabung bersamanya.

Dokter hewan yang bergabung akan mendapat upah dan fasilitas yang menarik. Hal ini disampaikan oleh Gusti Sarifin, pendiri YPF kepada Floresku.com hari ini (16/5/22).

Demikian Gusti, program 10.000 ekor babi ini memang sengaja dicanangkannya untuk mendongkrak perekonomian masyarakat yang ada di Pulau Flores.

Baca Juga: SEA GAMES: Raih Tiket Final Compound Men Team, Trio Pemanah Indonesia Tantang Malaysia di Final

Apalagi, lanjut Gusti, ada begitu banyak aset tanah yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk menjadi lahan yang produktif.

"Sebagai putra asli daerah Flores, saya tentunya prihatin dengan kondisi ekonomi dari sebagian besar masyarakat di daerah Flores yang hingga kini belum menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan," akunya.

"Kondisi ini kian parah ketika melihat bahwa ada begitu banyak lahan tidur yang hingga kini belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di daratan Flores. Padahal, kita memiliki potensi alam yang begitu luar biasa. Dan kalau dimanfaatkan dengan baik pastinya bisa memberi dampak yang positif bagi kejauan di sektor ekonomi, salah satunya adalah melalui usaha berternak babi," cetusnya.

Lebih jauh, Gusti mengatakan bahwa di samping kenyataan kondisi ekonomi sebagian besar masyarakat Flores yang masih lemah, dirinya juga merasa prihatin ketika dihadapkan dengan kenyataan bahwa masih ada dokter hewan yang hingga kini masih menganggur dan belum memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

Baca Juga: Babak Kualifikasi Panahan Indonesia di Sea Games Vietnam

Hal tersebut, lanjutnya, selain karena minimnya lapangan pekerjaan, juga karena kebiasaan kita yang terlalu suka untuk tinggal di zona nyaman, sehingga tidak mampu melihat potensi atau sumber daya yang ada, dan tidak mendayagunakan sumber daya yang tersedia.

"Saya juga prihatin ketika mengetahui bahwa ada dokter hewan di Flores yang hingga kini masih menganggur. Selain karena minimnya lapangan pekerjaan, juga karena kebiasaan kita yang terlalu suka untuk tinggal di zona nyaman. Tentu, kalau kompetensi yang dimiliki tidak diasah dan diterapkan dalam dunia kerja, tentu akan berpengaruh bagi perkembangan ilmu yang diperolehnya," ungkap Gusti.

"Karena itu, tolong infomarsikan kepada adik-adik dokter hewan yang hingga kini belum memiliki pekerjaan. Kalau mereka berminat bisa menghubungi YPF untuk medapat pengarahan tentang program ini. Juga agar mereka dapat mengikuti seleksi perekrutan. Nanti, kalau ada yang lolos dan bergabung dengan YPF, kami akan memberi gaji yang layak, dan fasilitas kendaraan," cetus Gusty Sarifin.

Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

BAKTI berupaya tuntaskan pembangunan BTS di NTT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:14 WIB

Bupati Ende Djafar Ahmad: Terima Kasih Bank NTT

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:52 WIB

Kasus Covid di Jakarta Terus Naik

Rabu, 15 Juni 2022 | 15:16 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Hujan Seharian

Rabu, 15 Juni 2022 | 10:47 WIB

Banjir Rob Ancam Jakarta

Senin, 13 Juni 2022 | 17:13 WIB
X