• Selasa, 16 Agustus 2022

Desa Sunraen Jadi Desa Percontohan Pelaksanaan KB di Kabupaten Kupang

- Kamis, 16 Juni 2022 | 11:46 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang Damaris Masneno - Mooy mengunjungi Puskesmas saat memperingati Harganas ke-29 di Puskesmas Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Rabu (15/6/2022). (victorynews.id/Alfred Otu)
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang Damaris Masneno - Mooy mengunjungi Puskesmas saat memperingati Harganas ke-29 di Puskesmas Sonraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang, Rabu (15/6/2022). (victorynews.id/Alfred Otu)

KUPANG (eNBe Indonesia) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ny. Damaris Masneno-Mooy mengatakan Desa Sunraen Kecamatan Amarasi Selatan menjadi desa percontohan dalam pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB).

"Kami mengapresiasi Pemerintah Desa Sunraen yang telah berhasil menekan angka kelahiran karena secara konsisten menerapkan Program KB, sehingga desa itu menjadi desa contoh dalam menerapkan Program KB di Kabupaten Kupang," kata Damaris Masneno - Mooy di Sunraen, dikutip Antara, Kamis (16/6).

Ia mengatakan hal itu dalam kegiatan perayaan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2022 yang berlangsung di Desa Sunraen, Kecamatan Amarasi Selatan dengan tema "Ayo Cegah Stunting, Agar Keluarga Bebas Stunting".

Baca Juga: Tingkatkan Perekonomian, Kemendikbudristek Kembangkan Rempah di Tidore dan Sekitarnya

Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Tahun 2022, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Kupang melaksanakan beberapa kegiatan seperti pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor yang dilaksanakan pada seluruh fasilitas kesehatan yang terintegrasi di Kabupaten Kupang termasuk di Puskesmas Amarasi Selatan.

Ny. Damaris Masneno - Mooy juga berharap semua desa di Kabupaten Kupang untuk selalu bersama-sama melaksanakan Program KB dengan menekan angka kelahiran.

Dia juga berharap agar pemerintah desa ikut membantu mengatasi persoalan kekerdilan pada anak balita yang masih tinggi di daerah itu.

Baca Juga: Kemenkumham Apresiasi Peningkatan Permohonan Hak Paten dari NTT

"Melalui kerjasama yang baik maka anak-anak balita yang masih mengalami kekerdilan yang mencapai 7.207 orang di Kabupaten Kupang bisa berkurang secara bertahap ," tegasnya.

Ia berharap melalui hari keluarga nasional menjadi gerakan bagi semua keluarga untuk memakai KB serta bagi pasangan usia subur untuk memeriksa kehamilan secara rutin di Puskesmas sehingga anak-anak yang akan dilahirkan tidak mengalami kekerdilan.

"Melainkan melahirkan anak untuk menjadi generasi penerus di Kabupaten Kupang yang sehat dan tangguh," tegasnya.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BAKTI berupaya tuntaskan pembangunan BTS di NTT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:14 WIB

Bupati Ende Djafar Ahmad: Terima Kasih Bank NTT

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:52 WIB
X