• Selasa, 16 Agustus 2022

Sutradara Film The Jak Sebut Nama Tokoh Sepak Bola Lebih Tepat Dipakai Sebagai Nama Salah Satu Tribun JIS

- Senin, 20 Juni 2022 | 14:25 WIB
Sebagai stadion dengan atap yang bisa dibuka dan ditutup, dan memiliki pasaitas 82 ribu penonton ini, JIS memiliki potensi bisnis yang luar biasa (Screenshoot instagram/@jakinstadium)
Sebagai stadion dengan atap yang bisa dibuka dan ditutup, dan memiliki pasaitas 82 ribu penonton ini, JIS memiliki potensi bisnis yang luar biasa (Screenshoot instagram/@jakinstadium)

DEPOK (eNBe Indonesia) - Sutradara dan Penulis Skenario The Jak Andibachtiar Yusuf mengatakan biasanya pada tribun stadion diabadikan nama tokoh-tokoh besar sepakbola, bukan pahlawan nasional.

Hal ini untuk menanggapi usulan sebagian masyarakat agar nama Mohammad Husni Thamrin diabadikan sebagai nama Stadion JIS bukan hanya nama salah tribunnya.

"Tribun biasanya disematkan nama tokoh-tokoh sepakbola di satu klub, misalnya Tribun Sir Alex Ferguson (di Old Trafford, Manchester). Ini (penamaan stadion JIS) kan ada di skala yang lebih besar," kata Yusuf dalam diskusi bertajuk 'Kenapa MH Thamrin Harus Jadi Nama JIS? secara daring di Jakarta, dikutip Antara, Senin (20/6).

Baca Juga: Polres Metro Jaksel Segel Tempat Spa yang Gelar Acara Bungkus Night

Pandangan itu didukung oleh sejarawan JJ Rizal (akrab dipanggil Jeje) yang mengatakan secara tradisi, tribun stadion diberi nama olahragawan atau atlet sepakbolanya. Tapi nama stadion itu mengacu kepada karakter yang jauh lebih besar.

Menurut Jeje, tokoh yang bisa memperlihatkan kalau olahraga itu bukan sekadar olahraga, tapi sebuah medium yang lebih besar untuk gerakan kebangsaan adalah MH Thamrin.

MH Thamrin, menurut Jeje, adalah sosok yang menggerakkan klub sepakbola di Jakarta dengan menyandang 'Indonesia' pada nama tengahnya, yakni Voetbalbond Indonesische Jacarta (VIJ), hingga menarik perhatian pemerintah kolonial Belanda.

Baca Juga: Danki D Brimob Diperiksa Polda Papua Terkait Penembakan Anggota Brimob di Napua

Anggota Dewan Rakyat (Volksraad) itu juga membangun sejarah persepakbolaan di Jakarta yang memberikan gambaran betapa dunia pergerakan nasional yang digagas oleh pemuda sangat dekat dengan pergerakan dalam dunia sepakbola.

Dan sepakbola pada masa itu menjadi arsenal politik kebangsaan, dimana Jakarta menjadi semacam Kota Kebangsaan Sepakbola Indonesia.

Secara tidak langsung, MH Thamrin berjasa dalam meletakkan cikal bakal sepakbola Indonesia hingga berkembang melahirkan atlet-atlet yang hebat seperti sekarang.

Baca Juga: Istri Iko Uwais Dipanggil Polisi Sebagai Saksi

"Jadi dia memang nama yang akan setimpal dengan besar bangunan, monumental bangunannya, dengan besar jasa dan monumentalnya perjuangan Husni Thamrin di dalam sepakbola dan pergerakan kebangsaan sebagai suatu kesatuan dari wajah Indonesia," kata Jeje.

Untuk itu, digalang lah petisi pada situs change.org untuk mengganti nama Jakarta International Stadium menjadi Stadion MH Thamrin.

Petisi tersebut telah ditandatangani oleh 5.730 orang dengan target 7.500 orang, Senin (20/6).

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di DKi Terus Naik

Cucu MH Thamrin Dieny Tjokro berharap dengan menyandang nama MH Thamrin, Jakarta International Stadium mampu menularkan integritas dan profesionalisme sang pahlawan nasional kepada atlet-atlet sepakbola Indonesia.

"Beliau berjuang demi nusa bangsa, demi kebaikan kaum Betawi dan kemerdekaan nasional Republik Indonesia, saya pikir itu sesuatu yang sangat dalam, menurut saya, untuk bisa ditanamkan kepada atlet-atlet sepakbola kita," kata Dieny.***

Editor: Christianus Wai Mona

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BAKTI berupaya tuntaskan pembangunan BTS di NTT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:14 WIB

Bupati Ende Djafar Ahmad: Terima Kasih Bank NTT

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:52 WIB
X