• Minggu, 3 Juli 2022

Semarak HUT ke-60, Bank NTT Salurkan Makanan Tambahan bagi Anak usia di bawah Dua Tahun

- Rabu, 22 Juni 2022 | 10:29 WIB
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (R.Y/Torres) )
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho (R.Y/Torres) )


ENDE (eNBe Indonesia) - Sekitar 6000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) mendapatkan makanan tambahan dari Bank NTT, hal ini dilakukan dalam menyongsong HUT Bank NTT ke- 60, yang jatuh pada tanggal 17 Juli mendatang.

Selain itu, program pemberian makanan tambahan bagi anak usia di bawah dua tahun itu bagian dari komitmen Bank NTT dalam mendukung pemerintah untuk menurunkan angka stunting di NTT.

Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Senin (20/6/22) di Kupang menegaskan hal ini.

“Dalam rangka merayakan HUT ke-60 maka Bank NTT bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota se-NTT bersama-sama menyelesaikan masalah stunting melalui pemberian makanan tambahan kepada enam ribu Baduta,” tegas Alex di Kupang.

Baca Juga: Shin Tae-yong Targetkan Juara Piala AFF U-19

Masih menurutnya, aksi ini akan berlangsung di 23 cabang Bank NTT.

Adapun Program yang diberi nama "Bank NTT Peduli Stunting" diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTT pada Selasa (21/6/22) di Desa Sumliki, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Kegiatan yang dilakukan yakni pemberian makanan tambahan kepada 6000 anak usia di bawah dua tahun (Baduta) gizi kurang periode 1 bulan/30 hari pada setiap kabupaten/kota dan akan berlanjut dengan program asuhan hingga Desember 2022.

Sementara manfaat dari kegiatan ini antara lain peningkatan cakupan program gizi dalam rangka pencegahan stunting pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mengoptimalkan proses aksi konvergensi penanganan stunting dengan melibatkan Bank NTT sebagai unsur Pentahelix (kolaborasi berbagai pihak).

Baca Juga: Gubernur NTT Apresiasi Langkah Gereja Membangun Kebersamaan

Ketua Pokja Percepatan Penurunan Stunting AKI (Angka Kematian Ibu)-AKB (angka kematian Bayi) Propinsi NTT, Sarah Lerry Mboeik menjelaskan, berdasarkan hasil status gizi Balita periode Februari 2022, stunting 91.032 balita (22,0%), wasting 42.068 balita (10,2%), underweight 95.179 balita (23,0%).

“Kita beri apresiasi kepada Bank NTT yang terdepan dalam memberi contoh bagaimana pihak swasta di NTT terlibat mencegah stunting, yang merupakan program quick win pak gubernur. Kita berharap semoga ini bisa diikuti oleh badan swasta yang lain sehingga menandakan pihak swasta pun ikut berperan dalam pengentasan masalah di sekitarnya,” tegas Lerry.

Dia menambahkan, Bank NTT sudah membantu menangani 6.000 anak dari 16 ribu anak dengan status gizi kurang. Jika mereka ini tidak ditangani secara baik, maka berpeluang sebagai anak stunting.

“Ini adalah pendekatan prima yang dilakukan oleh Bank NTT,” tambah Lerry sembari mengungkapkan, kelebihan program Bank NTT adalah pada pola asuh.*** (TORRES)






Editor: Adrianus Nulangi Madaala

Tags

Terkini

BAKTI berupaya tuntaskan pembangunan BTS di NTT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 22:14 WIB

Bupati Ende Djafar Ahmad: Terima Kasih Bank NTT

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:52 WIB

Kasus Covid di Jakarta Terus Naik

Rabu, 15 Juni 2022 | 15:16 WIB

BMKG Prediksi Jakarta Hujan Seharian

Rabu, 15 Juni 2022 | 10:47 WIB

Banjir Rob Ancam Jakarta

Senin, 13 Juni 2022 | 17:13 WIB
X